BMKG Majene: Wilayah Sulbar berpotensi diterjang angin kencang

BMKG Majene: Wilayah Sulbar berpotensi diterjang angin kencang

Prakirawan BMKG Stasiun Meteorologi Kelas II Majene. ANTARA/HO BMKG Majene/am.

gelombang tinggi itu akan berbarengan dengan angin kencang
Mamuju (ANTARA) - Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Stasiun Meteorologi Kelas II Kabupaten Majene mengatakan, wilayah di Sulawesi Barat berpotensi diterjang angin kencang.

Prakirawan BMKG Stasiun Meteorologi Kelas II Majene Sultan, yang dihubungi Antara dari Mamuju, Minggu mengatakan, tinggi gelombang yang melanda bagian selatan Selat Makassar, juga disertai angin kencang.

"Pada umumnya, kalau gelombang tinggi itu akan berbarengan dengan angin kencang. Jadi wilayah di Sulbar, khususnya di Selat Makassar bagian selatan juga berpotensi diterjang angin dengan kecepatan sekitar 15 sampai 35 kilometer per jam," kata Sultan.

BMKG lanjut Sultan, mengimbau nelayan yang beraktivitas di laut, khususnya di kawasan perairan selat Makassar agar mewaspadai potensi terjadinya gelombang tinggi yang disertai angin kencang tersebut.

Baca juga: Dishub NTT minta operator pelayaran tunda keberangkatan kapal
Baca juga: Potensi gelombang tinggi di Papua dan Papua Barat capai empat meter


Begitupun bagi kapal yang melintas di jalur pelayaran selat Makassar, diminta waspada kemungkinan terjadinya gelombang tinggi dan angin kencang.

BMKG tambahnya, juga mengimbau masyarakat yang tinggal di bantaran sungai, pesisir pantai dan pegunungan untuk mewaspadai potensi terjadinya longsor, banjir bandang dan abrasi.

Ia menyatakan, saat ini sebagian wilayah Sulbar sudah memasuki musim penghujan.

"Walaupun belum semuanya memasuki puncak musim hujan, tetapi saat ini hujan bervariasi, antara ringan hingga lebat dan itu cukup intens terjadi di Sulbar. Puncak musim hujan di wilayah Sulbar umumnya akan berlangsung pada Februari 2020," ujarnya.

Ia mengimbau masyarakat yang tinggal di pegunungan dan daerah-daerah yang berpotensi terjadinya longsor, dan masyarakat yang tinggal di pinggiran sungai dan pinggiran laut untuk mewaspadai kemungkinan terjadinya banjir, longsor dan abrasi.

Baca juga: Gelombang 4-5 meter landa di perairan laut NTT
Baca juga: BMKG imbau waspadai gelombang tinggi di perairan Halmahera
Baca juga: BMKG imbau masyarakat waspadai gelombang tinggi di laut selatan Jawa



 

Pewarta: Amirullah
Editor: Budhi Santoso
COPYRIGHT © ANTARA 2020

Komentar menjadi tanggung jawab anda sesuai UU ITE

Komentar