Maling bantalan kereta api di Sumatera Utara ditangkap

Maling bantalan kereta api di Sumatera Utara ditangkap

ILUSTRASI: Sejumlah pekerja memasang rel pada bantalan saat pembangunan jalur ganda kereta api. ANTARA FOTO/Siswowidodo/aww.

Medan (ANTARA) - Manager Humas PT Kereta Api Indonesia (Persero) Divisi Regional I Sumatera Utara, M Ilud Siregar, menegaskan petugas unit keamanan perusahaan itu berhasil menangkap maling bantalan kereta api di jalur Medan-Belawan.

"Polisi Khusus Kereta Api bersama jajaran keamanan berhasil menangkap pencuri yang sempat "viral" di media sosial," ujarnya, ketika dikonfirmasi, di Medan, Minggu.

Baca juga: Warga terdampak banjir di Kedoya mengungsi di bantaran rel kereta api

Bajing loncat yang beraksi saat kereta api melintasi di kawasan Belawan itu direkam salah seorang warga yang melihat kejadian itu lalu diunggah di media sosial.

Maling itu, kata Siregar, mengambil bantalan bekas dari Stasiun Ujung Baru memanfaatkan perjalanan KA barang ke Stasiun Belawan. "Pelaku sudah diiserahkan ke Kantor Polsek Belawan untuk diproses hukum," ujarnya.

Baca juga: 210 km rel kereta api Sumbar mati suri

Siregar berharap dukungan masyarakat untuk keselamatan perjalanan kereta api dengan turut serta menjaga ketertiban dan keamanan perjalanan kereta api, termasuk mentaati aturan-aturan dan norma yang berlaku serta patuh terhadap rambu-rambu yang ada di perlintasan sebidang dengan jalur kereta api.

Kemudian tidak mendirikan bangunan di daerah jalur KA, tidak menempatkan atau menaruh barang berbahaya di daerah jalur KA.

Baca juga: Petugas temukan rel kendor di jalur KA Tulungagung-Blitar

‌Serta tidak berada di ruang manfaat jalur KA serta tidak melakukan aksi perusakan dan pencurian sarana dan prasarana perkeretaapian.

Perusakan dan pencurian sarana prasarana perkeretaapian sangat berdampak pada keselamatan dan kenyamanan perjalanan kereta api.

Sesuai UU Nomor 23/2007 tentang Perkeretaapian dan dalam pasal 180 undang-undang itu, setiap orang dilarang menghilangkan, merusak, atau melakukan perbuatan yang mengakibatkan rusak dan/atau tidak berfungsinya prasarana dan sarana perkeretaapian.

 

Pewarta: Evalisa Siregar
Editor: Ade P Marboen
COPYRIGHT © ANTARA 2020

Mulai Desember, KAI Sumut layani naik-turun penumpang di tiga stasiun

Komentar menjadi tanggung jawab anda sesuai UU ITE

Komentar

  1. tomosukoco2@gmail.com

    Kami berharap dukungan masyarakat untuk keselamatan perjalanan kereta api dengan turut serta menjaga ketertiban dan keamanan perjalanan kereta api, termasuk mentaati aturan-aturan dan norma yang berlaku serta patuh terhadap rambu-rambu yang ada di perlintasan sebidang dengan jalur kereta api.

    dan tidak berada di ruang manfaat jalur KA serta tidak melakukan aksi perusakan dan pencurian sarana dan prasarana perkeretaapian.