Jakarta (ANTARA) - Di tengah berita duka atas meninggalnya Paulo Goncalves, etape VII Dakar 2020 tetap berlanjut, membawa Kevin Benavides meraih kemenangan perdananya, sedangkan Carlos Sainz finir terdepan untuk ketiga kalinya.

Kendati Benadives menjuarai etape di hari ketujuh ini, pebalap Argentina itu masih tertahan di papan bawah klasemen dengan menempati urutan ke-26 setelah sempat mengalami kerusakan mesin yang mengakibatkan dirinya kehilangan banyak waktu di etape VI, Sabtu (11/1).

Sementara, puncak klasemen kategori motor masih tetap dihuni oleh pebalap Amerika Serikat Ricky Brabec meski ia finis kelima hari ini.

Baca juga: Benavides juara etape VII, Brabec belum terkejar di puncak klasemen

Baca juga: Juarai etape VII, Sainz perlebar jarak di klasemen


Brabec masih unggul 24 menit 48 detik dari Pablo Quintanilla, dan 27 menit 01 detik dari rekannya di Honda, Jose Cornejo, demikian catatan resmi Dakar.

“Etape ini berjalan baik. Aku harus membuka jalan, jadi aku tak berharap untuk menang dan memperlebar jarak di puncak hari ini. Saya lebih memilih untuk tak kehilangan banyak waktu,” kata Brabec.

Di kategori mobil, Carlos Sainz yang memenangi etape ketiganya hari ini menempatkannya semakin kokoh di puncak klasemen mengungguli juara bertahan Nasser Al-Attiyah dengan selisih 10 menit, dan 19 menit 13 detik dari juara Dakar 13 kali, Stephane Peterhansel.
 

Etape kali ini menjadi berbeda dengan menyisakan luka terdalam bagi para peserta dan penyelenggara Dakar 2020 setelah pebalap Portugal Paulo Goncalves dinyatakan meninggal dunia karena terjatuh di km 276 Special Stage.

Tim medis yang tiba di lokasi delapan menit setelah menerima peringatan pada pukul 10.08 waktu setempat, mendapati sang pebalap tak sadarkan diri karena mengalami serangan jantung. Goncalves pun dinyatakan meninggal dunia sesaat setelah tiba di ke Rumah Sakit Layla.

Juara etape hari ini Benadives pun sempat turut membantu Goncalves yang terjatuh itu, yang menyebabkannya kehilangan cukup banyak waktu.

Beruntung, ketika catatan waktu dihitung kembali, Benadives tetap dinyatakan sebagai juara etape, menyingkirkan Joan Barreda ke peringkat dua dengan selisih satu menit 23 detik.
 
Carlos Sainz dan co-driver Lucas Cruz dari tim X-Raid beraksi di etape VII Reli Dakar 2020 menempuh rute 741km - SS 546km dari Riyadh menuju Wadi Al-Dawasir, Arab Saudi, Minggu (12/1/2020) (ANTARA/HO/DPPI Media) (ANTARA/HO/DPPI Media)


Sementara itu di kategori mobil, Peterhansel yang start terdepan hari ini harus rela disalip oleh Al-Attiyah dan Sainz sehingga menempatkannya berada di urutan ketiga, terpaut dua menit 53 detik dari juara pertama.

Di atas mobil Toyota Hilux, juara dunia dua kali Formula 1 Fernando Alonso semakin tampil konsisten dengan membuktikan dirinya bisa finis di urutan keenam, terpaut sekira tujuh menit dari juara etape.

“Hari ini lumayan cepat. Kami menghabiskan sebagian waktu dengan kecepatan penuh, melintasi sejumlah gunung pasir,” ujar Sainz.

“Saya menyusul Stephane, tapi medan sangat berdebu dan saya tak bisa mendekat jadi saya memutuskan untuk tetap di belakang,” katanya lagi.

Baca juga: Etape VIII tanpa kategori sepeda motor dan quad

Baca juga: Brabec dan Sainz dominan hingga paruh pertama Dakar 2020


Di kategori quad bike, pebalap Prancis Simon Vitse meraih kemenangan keduanya. Kendati begitu, selisih waktu Vitse masih cukup jauh untuk mendekati posisi juara Dakar dua kali Ignacio Casale yang masih terlalu nyaman menduduki pucuk klasemen sejak hari pertama Dakar 2020.
 


Kemudian di kategori truk, Andrey Karginov kembali memenangi etape untuk kedua kalinya. Hasil tersebut membawa pebalap Rusia itu bertahan memimpin klasemen sementara.

Sedangkan di kategori mobil ringan SSV, Casey Currie yang finis kedua hari ini berhasil menggeser juara bertahan Francisco “Chaleco” Lopez Contardio untuk memimpin klasemen sementara.

Etape delapan akan start dan finis di Wadi Al Dawasir menempuh rute memutar sejauh 716 km dengan Special Stage sejauh 477 km.


Baca juga: Pasukan Mini buat juara bertahan Al-Attiyah kewalahan di etape VI

Baca juga: Lopez merasa Dakar 2020 bak reli di kampung halaman


 

Pewarta: Shofi Ayudiana
Editor: Aditya Eko Sigit Wicaksono
Copyright © ANTARA 2020