Pelajar Desa Lebaksitu sudah seminggu tidak sekolah akibat terisolir

Pelajar Desa Lebaksitu sudah seminggu tidak sekolah akibat terisolir

Kondisi bangunan sekolah SD N 1 Lebaksitu, Kabupaten Lebak usai dihantam banjir dan tanah longsor, Senin (13/1/2020). (ANTARA/Muhammad Zulfikar)

Kami khawatir terjadi bencana susulan sehingga sekolah diliburkan
Lebak (ANTARA) - Para pelajar Sekolah Dasar (SD), Sekolah Menengah Pertama (SMP) hingga SMA sederajat di Desa Lebaksitu, Kabupaten Lebak Provinsi Banten sudah seminggu tidak mengikuti proses belajar mengajar pascatanah longsor Rabu (1/1) yang mengakibatkan wilayah itu terisolir.

Kepala Desa Lebaksitu Tubagus Imron di Lebak, Senin mengatakan para pelajar terpaksa diliburkan karena khawatir masih ada bencana susulan. Selain itu satu-satunya jalan menuju desa tersebut terputus akibat tanah longsor.

"Kami khawatir dan tidak ingin mengambil risiko sehingga siswa diliburkan. Masalah ini juga sudah dilaporkan ke UPT pendidikan serta pemangku kepentingan terkait," kata dia.

Baca juga: Korban bencana banjir Lebak dibantu pakaian dalam dan anak

Khusus di desa tersebut hanya ada dua bangunan sekolah yaitu SD Negeri 1 Lebaksitu dan SMP Negeri 2 Lebaksitu. Sedangkan SMA sederajat hanya ada di Kecamatan Lebakgedong yang berjarak sekitar 40 menit dari desa itu.

"Ada bangunan SD mengalami retak dan kebetulan dua sekolah ini satu komplek yang berada di lereng bukit. Kita khawatir kalau masih hujan bakal terjadi longsor dan bisa menimpa sekolah," katanya.

Selain pelajar SD dan SMP, pada umumnya siswa SMA sederajat juga belum bisa berangkat menuju sekolah yang berada di Kecamatan Lebakgedong karena akses jalan ke kecamatan yang masih terputus.

"Di sini belum ada SMA, SMK atau MA. Jadi pelajar harus ke Kecamatan Lebakgedong dulu. Namun karena jalannya terputus mereka belum bisa sekolah juga," katanya.

Sementara itu, Arsyad Suwandi Wali Kelas enam SD N 1 Lebaksitu membenarkan para pelajar sudah diliburkan sejak Senin (6/1) akibat bencana alam yang terjadi.

"Kami khawatir terjadi bencana susulan sehingga sekolah diliburkan atas kesepakatan sekolah, wali murid dan perangkat desa," katanya.

Namun, pada Senin pagi ini sebagian siswa sudah mulai masuk sekolah meskipun proses belajar mengajar belum bisa dimulai. Hal itu disebabkan bangunan sekolah masih dipenuhi material longsor.

"Hari ini kita bersama siswa masih bersih-bersih. Namun besok sudah mulai sekolah normal seperti biasanya," kata guru yang sudah mengabdi sejak 1989 tersebut.

Amal (12) salah seorang siswa mengatakan akibat hujan deras dan tanah longsor beberapa waktu lalu, buku-buku sekolah miliknya rusak. "Buku-buku pelajaran saya rusak. Dan kami juga sudah seminggu tidak masuk kelas," katanya

Baca juga: ACT fokuskan bantuan untuk desa terisolir

Pewarta: Muhammad Zulfikar
Editor: Zita Meirina
COPYRIGHT © ANTARA 2020

Di ambang tidak sehat, libur sekolah di Palembang diperpanjang

Komentar menjadi tanggung jawab anda sesuai UU ITE

Komentar