Kesyahbandaran: Nakhoda kapal harus perhatikan standar keselamatan

Kesyahbandaran:  Nakhoda kapal harus perhatikan standar keselamatan

Kapal-kapal nelayan di Kota Baubau, Sultra, banyak yang tidak melaut akibat cuaca ekstrem yang terjadi beberapa hari ini. Tampak kapal nelayan yang tidak melakukan aktivitas dan menunggu informasi dari pihak BMKG terkait keselamatan melaut. (FOTO ANTARA/Azis senong)

kami dari kesyahbandaraan pasti menuju ke kapal mengecek kesiapan mesin kapal, pengetesan kemudi kapal, dan kesiapan alat-alat keselamatan termasuk "life jacket"
Kendari (ANTARA) - Pihak Kesyahbandaraan meminta pemilik dan nakhoda kapal untuk memerhatikan standar keselamatan berlayar dan meningkatkan kewaspadaan menyusul dikeluarkannya imbauan BMKG terkait potensi cuaca ekstrem yang akan terjadi beberapa hari ke depan.

Kepala Seksi Kesyahbandaraan Kantor Unit Penyelenggara Pelabuhan (UPP) Kelas I Baubau, Sulawesi Tenggara, Muhammad Irfan, Senin, di Kendari menyatakan persetujuan berlayar tidak akan dikeluarkan bila nakhoda kapal tidak memenuhi standar keselamatan pelayaran.

Untuk memastikan itu, kata Irfan, pihaknya pun langsung turun mengecek kondisi kapal. Pengecekan itu meliputi kesiapan mesin kapal, alat kemudi, dan alat keselamatan kapal di antaranya ketersediaan pelampung keselamatan.

Selain itu, saat mengecek kapal, pihaknya juga menginformasikan kepada nakhoda kapal terkait kondisi cuaca sebelum mengeluarkan persetujuan berlayar, demi keselamatan.

"Sebelum kita mengeluarkan persetujuan berlayar, kami dari kesyahbandaraan pasti menuju ke kapal mengecek kesiapan mesin kapal, pengetesan kemudi kapal, dan kesiapan alat-alat keselamatan termasuk 'life jacket', dan berinteraksi langsung dengan nakhoda dan menginformasikan terkait berita cuaca," katanya.

Ia mengatakan mengingat akhir-akhir ini BMKG telah mengeluarkan imbauan kondisi cuaca yang sulit diprediksi, di mana terkadang seketika cuaca bisa berubah-ubah.

Dalam menghadapi cuaca ekstrem yang terjadi diawal tahun ini, pihaknya juga sudah menyiapkan beberapa langkah antisipasi demi keselamatan pelayaran.

Di antaranya telah menetapkan tiga titik persinggahan untuk kapal berlindung bila dalam perjalanan menemui cuaca buruk. Tiga titik berlindung itu yakni Pasarwajo, Sampolawa dan Batauga.

"Jadi kami imbau nakhoda agar tidak memaksakan diri bila tiba-tiba dalam perjalanan menemui cuaca ekstrem. Harus segera berlindung di lokasi yang sudah ditentukan, " kata Muhammad Irfan.

Pihaknya juga terus berkoordinasi dengan BMKG, navigasi, radio pantai serta pemandu kapal agar aktivitas pelayaran tidak terdampak akibat cuaca buruk.

Baca juga: Gapasdap ingatkan nakhoda kapal waspadai cuaca ekstrem
Baca juga: Nelayan Liwuto Baubau ditemukan meninggal saat melaut
Baca juga: Nahkoda Kapal Diimbau Tingkatkan Kewaspadaan
Baca juga: Badan SAR Nasional selamatkan kapal mati mesin rute Kadatua-Baubau

Pewarta: Abdul Azis Senong
Editor: Andi Jauhary
COPYRIGHT © ANTARA 2020

Pulau Sebaru Kecil steril pada Jumat dini hari

Komentar menjadi tanggung jawab anda sesuai UU ITE

Komentar