Kementerian BUMN akan rombak direksi Asabri

Kementerian BUMN akan rombak direksi Asabri

Orias Petrus Moedak (kiri) menerima SK pengangkatan sebagai Dirut Inalum dari Wamen II BUMN Kartika Wirjoatmodjo (tengah). ANTARA/Dokumentasi Kementerian BUMN/pri.

strategi penyelesaian kasus Asabri akan berbeda dengan PT Asuransi Jiwasraya (Persero) sebab Asabri merupakan asuransi sosial sehingga tidak dilakukan secara business to business (B2B).
Jakarta (ANTARA) - Kementerian Badan Usaha Milik Negara segera merombak jajaran direksi PT Asabri (Persero) dalam waktu dekat yang diperkirakan pada 2020.

“Ya pasti (dirombak), saya kira. Tahun ini, tahun ini (perombakannya),” kata Wakil Menteri BUMN Kartika Wirjoatmodjo di Gedung Mahkamah Agung RI, Jakarta, Senin.

Di sisi lain, ia mengatakan belum dapat memastikan perombakan direksi PT Asabri tersebut dilakukan secara keseluruhan atau tidak sebab masih akan didiskusikan dengan Menteri BUMN Erick Thohir.

“Belum tahu, belum tahu. Ini masih diskusi sama Pak Menteri,” ujarnya.

Baca juga: Soal Asabri, Mahfud panggil Menteri BUMN dan Menkeu pekan ini

Kartika menyebutkan memang benar terdapat kerugian portofolio di sisi saham Asabri tersebut namun ia mengaku belum mengetahui secara pasti terkait angka kerugiannya sebab masih dikaji lebih dalam.

“Memang ya seperti yang disampaikan itu, ada kerugian di portofolio sisi sahamnya. Ini sedang kami kaji dan dilihat karena kan nilainya bergerak terus,” katanya.

Ia menuturkan pihaknya  sedang melakukan investigasi bersama Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) untuk mengetahui lebih lanjut terkait masalah Asabri tersebut.

“Kami sedang meneliti dan melakukan investigasi dengan BPK, jadi belum terlihat dari kapannya tapi ini sudah cukup lama. Kami belum lihat detail,” ujarnya.

Ia menyebutkan strategi penyelesaian kasus Asabri akan berbeda dengan PT Asuransi Jiwasraya (Persero) sebab Asabri merupakan asuransi sosial sehingga tidak dilakukan secara business to business (B2B).

“Beda karena Asabri itu asuransi sosial bukan asuransi privat. Jadi tidak bisa, dalam konteks B2B agak sulit,” katanya.

Baca juga: OJK pelajari kasus Asabri meski bukan pengawas eksternal

Di sisi lain, Kartika mengatakan belum mengetahui strategi yang akan diterapkan untuk menyelesaikan kasus Asabri sebab masih dalam proses penelitian bersama Menkopolhukam Mahfud MD.

“Belum tahu, baru mau kami teliti dulu kejadiannya seperti apa dan lossnya seperti apa. Nanti kami lihat dengan Pak Menkopolhukam,” katanya.

Kartika mengatakan Kementerian BUMN akan berkoordinasi dengan Menteri Koordinator Politik, Hukum, dan Keamanan (Menkopolhukam) Mahfud MD melalui pertemuan yang akan dilakukan pada akhir pekan ini.

“Dipanggil Menteri Polhukam dulu. Belum tahu, akhir minggu ini mungkin," ujarnya.

Pewarta: Astrid Faidlatul Habibah
Editor: Nusarina Yuliastuti
COPYRIGHT © ANTARA 2020

Restrukturisasi, Krakatau Steel wacanakan pelibatan PPA

Komentar menjadi tanggung jawab anda sesuai UU ITE

Komentar