Selama 8 jam, KPK geledah ruangan Wahyu Setiawan

Selama 8 jam, KPK geledah ruangan Wahyu Setiawan

Penyidik KPK membawa koper yang diduga berisi barang bukti usai menggeledah Kantor KPU Pusat di Jakarta, Senin (13/1/2020). Penggeledahan itu dilakukan untuk penyidikan kasus dugaan suap terhadap Komisioner KPU Wahyu Setiawan. ANTARA FOTO/Akbar Nugroho Gumay/pras/pri.

Jakarta (ANTARA) - Penyidik KPK menghabiskan waktu lebih dari 8 jam menggeledah ruang kerja anggota KPU RI Wahyu Setiawan di Mes Bank Indonesia Imam Bonjol.

"(Soal berapa berkas) tidak tahu, tanya mereka (KPK) saja," kata Ketua KPU RI Arief Budiman di Jakarta, Senin.

Arief Budiman mengatakan bahwa penyidik KPK melakukan penggeledahan di ruang kerja Wahyu Setiawan sejak siang Senin (13/1) ketika itu anggota KPU sedang menghadiri sidang di Mahkamah Konstitusi.

"Yang dimasuki hanya ruangannya Pak Wahyu," kata Arief.

Selama penggeledahan, KPU sudah menugasi beberapa orang untuk membantu mempermudah pemeriksaan dokumen yang dibutuhkan KPK.

"Kami juga sudah sampaikan bahwa prinsipnya KPU terbuka kooperatif siap bekerja sama bilamana diperlukan klarifikasi informasi tambahan dokumen, nanti kita siap hadir dan sediakan," ujarnya.

Baca juga: Imigrasi: Harun Masiku menuju Singapura pada 6 Januari

Baca juga: Petugas KPK datangi ruang kerja pimpinan KPU

Baca juga: KPK gandeng Ditjen Imigrasi cari Harun Masiku


Penyidik KPK datang dengan empat mobil sekitar pukul 12.00 WIB, kemudian mereka langsung masuk tempat para pimpinan KPU berkantor sementara di Gedung Mes BI Imam Bonjol, tepat di samping Kantor KPU RI.

Penyidik dikawal sekitar empat personel kepolisian bersenjata lengkap, sampai pukul 20.00 WIB belum terlihat penyidik KPK keluar dari kantor pimpinan KPU atau membawa dokumen masuk ke dalam kendaraan.

Dua kendaraan sempat keluar dari Kantor KPU RI,  kemudian kembali lagi sekitar pukul 17.00 WIB, bahkan terpantau ada tambahan mobil tim KPK sebanyak 2 unit sehingga menjadi 6 unit.

Sebelumnya, pada hari Rabu (8-1-2020), KPK melakukan operasi tangkap tangan terhadap anggota KPU RI Wahyu Setiawan.

Wahyu diketahui meminta dana operasional sebesar Rp900 juta untuk membantu Harun Masiku menjadi anggota DPR RI lewat pengganti antarwaktu (PAW).

Pewarta: Boyke Ledy Watra
Editor: D.Dj. Kliwantoro
COPYRIGHT © ANTARA 2020

Ini cara Fachrul Razi cegah korupsi di Kemenag

Komentar menjadi tanggung jawab anda sesuai UU ITE

Komentar