IHSG berpotensi menguat jelang penandatanganan kesepakatan AS-China

IHSG berpotensi menguat jelang penandatanganan kesepakatan AS-China

Ilustrasi - Karyawan berjalan di dekat layar pergerakan saham di gedung Bursa Efek Indonesia, Jakarta. ANTARA FOTO/Reno Esnir/foc

IHSG berpotensi menguat pada perdagangan hari ini seiring dengan optimisme pasar menjelang penandatangan kesepakatan dagang fase satu antara China dan AS
Jakarta (ANTARA) - Indeks Harga Saham gabungan (IHSG) Bursa Efek Indonesia (BEI) berpotensi menguat jelang penandatanganan kesepakatan AS-China.

IHSG, Selasa, dibuka menguat 12,32 poin atau 0,2 persen ke posisi 6.308,89. Sementara kelompok 45 saham unggulan atau indeks LQ45 bergerak naik 2,96 poin atau 0,29 persen menjadi 1.028,24.

"IHSG berpotensi menguat pada perdagangan hari ini seiring dengan optimisme pasar menjelang penandatangan kesepakatan dagang fase satu antara China dan AS," kata Kepala Riset Reliance Sekuritas Lanjar Nafi di Jakarta, Selasa.

Bursa saham Asia sendiri dibuka optimistis jelang penandatanganan kesepakatan antara AS dan China pada Rabu (15/1).

Investor juga tengah menunggu rilisnya laporan kinerja emiten kuartal IV. Adapun pasar memperkirakan laba perusahaan akan menunjukan pertumbuhan terkecil dalam tiga tahun terakhir.

Selain itu, komoditas minyak cenderung flat seiring risiko konflik AS-Iran yang lebih besar terus memudar, mengurangi kekhawatiran tentang potensi gangguan pasokan global.

Bursa saham regional Asia pagi ini antara lain indeks Nikkei menguat 180,61 poin atau 0,76 persen ke 24.031,18, indeks Hang Seng menguat 78,02 poin atau 0,27 persen ke 29.032,96, dan indeks Straits Times menguat 9,27 poin atau 0,29 persen ke posisi 3.260,34.
 

Pewarta: Citro Atmoko
Editor: Ahmad Buchori
COPYRIGHT © ANTARA 2020

Presiden buka perdagangan perdana, IHSG menguat

Komentar