Amankan dua kubu di Balai Kota, polisi turunkan 659 personel

Amankan dua kubu di Balai Kota, polisi turunkan 659 personel

Perwakilan Tim Advokasi Korban Banjir DKI Jakarta 2020 Diarson Lubis menunjukkan surat gugatan "class action" terkait banjir Jakarta saat mendaftarkan perkara di Pengadilan Negeri Jakarta Pusat, Senin (13/1/2020). Tim advokasi yang mewakili 243 warga korban banjir Jakarta pada awal tahun 2020 itu menggugat Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan terkait pertanggungjawabannya atas banjir yang melanda, dengan total kerugian yang disampaikan pelapor mencapai Rp43,32 miliar. ANTARA FOTO/Indrianto Eko Suwarso/ama.

Meski diperkirakan akan menyebabkan arus lalu lintas tersendat, pihak kepolisian belum melakukan penutupan jalan dan melakukan rekayasa
Jakarta (ANTARA) - Polda Metro Jaya telah menyiapkan 659 personel untuk mengawal rencana aksi unjuk rasa depan Gedung Balai Kota DKI Jakarta, Jalan Medan Merdeka Selatan, Gambir, Jakarta Pusat, Selasa.

Personel tersebut merupakan  gabungan Polda Metro Jaya dengan Polres Metro Jakarta Pusat.

“Polda Metro Jaya dan Polres Jakarta Pusat juga melaksanakan apel kekuatan, sekitar 659 personel yang kita turunkan di depan Balai Kota,” kata Kepala Bidang Hubungan Masyarakat Polda Metro Jaya, Komisaris Besar Polisi Yusri Yunus saat dikonfirmasi, Selasa.

Rencananya siang ini ada dua elemen yang akan menggelar aksi unjuk rasa di Balai Kota DKI Jakarta, yakni massa pro Gubernur Jakarta Anies Baswedan dan massa kontra Anies.

"Sesuai pemberitahuan ada dua. Satu yang mendukung kegiatan yang dilakukan gubernur, satu lagi memberikan masukan," sambungnya.

Baca juga: Gugatan banjir Jakarta tidak bermuatan politis

Baca juga: DKI Jakarta siapkan tim hadapi gugatan kelompok terkait banjir

Baca juga: Pemprov DKI sebut biasa saja terhadap gugatan kelompok soal banjir


Berdasar selebaran yang disebarkan oleh kedua kubu, rencana demo akan dilakukan bersamaan yakni sekira pukul 14.00 WIB-17.00 WIB.

Meski diperkirakan akan menyebabkan arus lalu lintas tersendat, pihak kepolisian belum melakukan penutupan jalan dan melakukan pengalihan arus lalu lintas. Yusri menyebut pengalihan arus lalu lintas bersifat situasional dengan menyesuaikan kondisi di lapangan.

"Kita situasional saja melihat di lapangan, kalau perlu ditutup, tutup dua-duanya kalau massanya banyak," pungkasnya.

Pewarta: Fianda Sjofjan Rassat
Editor: Ganet Dirgantara
COPYRIGHT © ANTARA 2020

Polda Metro Jaya ungkap mafia tanah gunakan sertifikat dan KTP palsu

Komentar menjadi tanggung jawab anda sesuai UU ITE

Komentar