BMKG sebut MEWS penting dalam deteksi cuaca ekstrem

BMKG sebut MEWS penting dalam deteksi cuaca ekstrem

Kepala Bidang Informasi Meteorologi Maritim BMKG Eko Prasetyo memberi penjelasan di depan bagan prediksi cuaca di Kantor BMKG Jakarta, Selasa (14/1/2020). (ANTARA/Katriana)

fungsinya untuk memantau secara dini perkembangan dan kondisi cuaca
Jakarta (ANTARA) - Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) mengatakan bahwa Sistem Peringatan Dini Cuaca (Meteorology Early Warning System/MEWS) penting dalam mendukung upaya BMKG untuk mendeteksi dan mengeluarkan peringatan dini dan informasi terkait cuaca ekstrem yang dibutuhkan masyarakat sehingga mereka dapat melakukan upaya antisipasi.

"Terkait dengan cuaca ekstrem, jadi itu yang akan mendukung dan membantu untuk mengeluarkan peringatan dini kepada masyarakat," kata Kepala Bidang Informasi Meteorologi Maritim BMKG Eko Prasetyo di Kantor BMKG Jakarta, Selasa.

Ia mengatakan MEWS merupakan sistem yang dapat mendeteksi suatu keadaan di suatu wilayah yang bisa mendorong dikeluarkannya sebuah peringatan dini.

Baca juga: Bupati Pandeglang sebut pemasangan EWS beri rasa aman

Baca juga: Rektor: sistem peringatan dini UGM jadi rujukan dunia


"Di antaranya ketika sudah mulai terindikasi tren awan-awan hujan, awan-awan CB (cumulonimbus) yang bergelayut dalam waktu yang lama. Itu pasti kita berikan peringatan dini," katanya.

Sistem tersebut merupakan integrasi alat-alat pengamatan yang terdiri dari satelit, radar, automatic weather station (AWS) dan juga terkoneksi dengan aplikasi-aplikasi yang saling berhubungan.

Alat-alat yang saling terintegrasi tersebut memiliki fungsi masing-masing, antara lain satelit memfoto kondisi awan setiap lima menit dan radar menangkap kondisi awan juga setiap lima menit.

"Dan itu realtime. Ketika satu daerah terindikasi hujan deras pasti terpantau di radar," katanya.

"Jadi fungsinya untuk memantau secara dini perkembangan dan kondisi cuaca," katanya lebih lanjut.

Sistem deteksi dini cuaca ekstrem tersebut, kata Eko, dapat mencatat adanya hujan yang berlangsung berjam-jam dan memberikan peringatan bahaya jika ada potensi yang membahayakan akibat kondisi hujan tersebut.

"Jadi walaupun intensitasnya sedang, ini juga berbahaya. Karena apa? Karena tanah akan mengalami akumulasi jumlah air yang tentunya akan mengganggu struktur tanah," katanya.

BMKG, katanya, bekerja sama dengan kementerian dan lembaga riset lain dalam penggunaan sistem deteksi cuaca ekstrem tersebut, terutama pada penggunaan sistem yang terintegrasi dengan curah hujan, durasi hujan dan kondisi topografi suatu wilayah.

Baca juga: BPBD Sleman periksa fungsi EWS kawasan rawan longsor

Pewarta: Katriana
Editor: Zita Meirina
COPYRIGHT © ANTARA 2020

Selama 12 jam, dua Kabupaten di Sulteng diguncang 42 kali gempa

Komentar menjadi tanggung jawab anda sesuai UU ITE

Komentar