Meghan Markle dilirik label fesyen papan atas

Meghan Markle dilirik label fesyen papan atas

Meghan Markle (Reuters)

Jakarta (ANTARA) - Kurang dari satu minggu setelah Meghan Markle dan Pangeran Harry mengumumkan rencana mereka untuk menjauh dari kegiatan kerajaan, Meghan dilaporkan mencoba bekerja sama dengan merek-merek fesyen papan atas untuk mendapatkan kesepakatan yang menguntungkan.

"Meghan sangat menyukai industri fesyen dan ada banyak label besar yang ingin bermitra dengannya melalui sejumlah proyek," kata seorang sumber kepada The Sun.

"Sudah ada diskusi aktif dengan Givenchy. Beberapa dari kesepakatan ini bisa bernilai jutaan pound. "

Orang dalam istana yang menjadi sumber Pagesix menambahkan bahwa dia yakin Meghan akan membawa serta yayasannya ke dalam kerjasama tersebut.

Baca juga: Pangeran Harry dijadwalkan bertemu Ratu Elizabeth besok

Baca juga: Meghan Markle akan isi suara untuk proyek Disney


Juni lalu, Sussexes yang menjadi merek dagang dari Duke dan Duchess of Sussex ini, telah menjual lebih dari 100 item termasuk pakaian, alat tulis, majalah, hingga bantuan pendidikan serta amal. Hal ini menjadi dasar bagi pasangan Meghan- Harry untuk menjadikan mereka dagang tersebut sebagai kerajaan bisnis mereka.

Maka tidak mengherankan bila label fesyen senang bekerja dengan Meghan, salah satu ikon fesyen yang paling banyak dicari dan diikuti gaya berbusananya. Sebagai contoh busana rajut dari label H&M seharga 35 dolar (sekitar Rp480 ribu) atau gaun mewah dari label Karen Gee seharga 1.285 dolar (sekitar Rp17 juta) cenderung habis terjual dalam hitungan menit, setelah dikenakan oleh Meghan.

Tetapi setelah bergabung dengan keluarga kerajaan, Meghan dilarang menerima hadiah dari merek dan memamerkan koneksi fesyennya. Salah satu desainer perhiasan favoritnya, Jennifer Meyer, bahkan diminta untuk berhenti mengunggah foto Mehgan yang mengenakan karya rancangannya di Instagram.

Meski begitu, Meghan dapat menggunakan pengaruh gaya berbusananya untuk kebaikan, dengan meluncurkan koleksi pakaian amal untuk Smart Works pada bulan September 2019.

Pengaruh gaya berbusana Meghan dikatakan pengamat Kerajaan Inggris Emma Forbes, tidak akan berkurang dengan adanya peristiwa "Megxit".

"Untuk setiap desainer, mereka mendapati Meghan sebagai seseorang yang dapat memberikan keuntungan bila dia mengenakan busana rancangan mereka, jadi saya yakin orang-orang masih akan dengan putus asa mencoba untuk mendandaninya bahkan ketika dia sedang berada di salah satu supermarket di Vancouver," ujar Forbes baru-baru ini kepada PageSix Style.

Baca juga: Ratu Elizabeth restui Harry dan Meghan yang ingin mandiri

Baca juga: Pangeran Harry pernah konfrontasi David Beckham terkait Meghan Markle

Baca juga: Ratu Inggris akan pimpin pembicaraan soal rencana Harry dan Meghan


 

Penerjemah: Maria Rosari Dwi Putri
Editor: Alviansyah Pasaribu
COPYRIGHT © ANTARA 2020

Kerajaan Inggris sumbang 60 miliar dana kemanusiaan untuk Indonesia

Komentar