17 orang diamankan dari Balai Kota sudah dipulangkan

17 orang diamankan dari Balai Kota sudah dipulangkan

Kasat Reskrim Polrestro Jakarta Pusat, AKBP Tahan Marpaung (tengah) saat konferensi pers terkait pembunuhan seorang perempuan di Apartemen Green Pramuka City, Jakarta Pusat, Minggu (6/1/2019). (Antara/Tessa Qurrata Aini)

Mereka sudah dipulangkan masing-masing, kami lepaskan
Jakarta (ANTARA) - Pihak kepolisian menyebut 17 orang yang diamankan dari Balai Kota saat berlangsungnya aksi unjuk rasa mendukung Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan, sudah dipulangkan atau tidak dibawa ke kantor polisi.

"Tidak ada yang dibawa ke kantor polisi, kan tadi ustadznya (Lukman Abidin) yang minta mereka dikeluarkan dari Balai Kota. Mereka sudah dipulangkan masing-masing, kami lepaskan. Orang tidak berbuat apa-apa kok, gak ada yang ribut," kata Kasatreskrim Polres Metro Jakarta Pusat AKBP Tahan Marpaung saat dihubungi di Jakarta, Selasa.

Tahan mengatakan 17 orang yang diamankan itu, bukanlah dari kelompok yang mereka curigai sebagai provokator, namun merupakan kelompok mereka sendiri.

"Itu dari kelompok mereka yang dicurigai sebagai provokator, ternyata grup mereka juga jadi tadi perintah ustadnya dinaikkan ke mobil dibawa dari situ," ucap Tahan.

Baca juga: 17 orang diduga provokator diamankan di Balai Kota Jakarta

Saat ditanyakan apakah 17 orang tersebut adalah kelompok pendukung Anies yang berniat menyatroni massa yang menuntut pertanggungjawaban Anies soal banjir Jakarta, Tahan membenarkannya.

"Iya, mereka bagian yang dihalau itu. Kami imbau agar jangan dipukulin saat diamankan ormas. Mereka diamankan agar tidak ada hal yang tidak diinginkan. Akhirnya dibawa keluar dari Balai Kota untuk menjauh," ucapnya.

Aksi massa yang terjadi Selasa ini, diketahui disebabkan kejadian banjir Jakarta yang terjadi pada 1 Januari 2020. Satu massa meminta pertanggungjawaban Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan (di Patung Arjuna Wijaya), sementara satu massa aksi lainnya mendukung Anies (di Balai Kota).

Baca juga: Masyarakat Jakarta dinilai perlu normalisasi bukan pencitraan

 

Pewarta: Ricky Prayoga
Editor: Edy Sujatmiko
COPYRIGHT © ANTARA 2020

Komentar