Massa pendukung Anies bubarkan diri jelang Maghrib

Massa pendukung Anies bubarkan diri jelang Maghrib

Bentrok petugas pemerintah dengan perwakilan pendukung pro Anies di Jalan Medan Merdeka Selatan, Jakarta Pusat, Selasa (14/1/2020). (ANTARA/Livia Kristianti)

Bapak-bapak jangan percaya berita bohong, tidak ada yang terluka dan tidak ada yang diamankan
Jakarta (ANTARA) - Massa pendukung Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan) di sekitar Balai Kota yang hampir bentrok dengan massa kontra Anies, di Bundaran Patung Arjuna Wijaya, akhirnya membubarkan diri menjelang waktu Salat Maghrib, Selasa.

Pantauan ANTARA di Jakarta, menyebutkan, mereka terdiri berbagai ormas pendukung Anies Baswedan saat Pilkada DKI Jakarta 2017 seperti "Bang Japar", Brigade 08, FORKABI dan simpatisan Anies lainnya serta beberapa tokoh seperti Novel Bamukmin dan Lulung Lunggana.

Mereka membubarkan diri dari Balai Kota dan sekitarnya sejak pukul 17.35 WIB.

Baca juga: Dua kubu pengunjuk rasa sempat adu mulut saat aksi longmarch

Mereka membubarkan diri dengan berbagai kendaraan yang ditumpanginya seperti sepeda motor, bus ataupun dengan kendaraan umum dan berjalan kaki dengan tertib di bawah pengawasan pihak kepolisian yang menjaga aksi tersebut.

Sebelumnya, mereka yang terkonsentrasi di dalam Balai Kota Jakarta mendekati Patung Kuda Arjuna Wijaya, tempat demonstran Jakarta Bergerak yang menuntut pertanggung jawaban mantan Menteri Pendidikan itu mengenai banjir Jakarta, bahkan mendesak untuk lengser dari kursi DKI 1.

Kedua massa itu nyaris bentrok jika tidak dihalau oleh petugas kepolisian yang membuat barikade antara Balai Kota dan Bundaran Patung Arjuna Wijaya.

Baca juga: 17 orang diamankan dari Balai Kota sudah dipulangkan

Tidak jelas apa yang diinginkan massa pendukung Anies tersebut mendekati lokasi demonstran menuntut Anies mundur. Namun, massa pro Anies tersebut terdengar mendesak kepolisian untuk membubarkan unjuk rasa anti Anies di sekitar Patung Kuda Arjuna Wijaya.

Akhirnya polisi yang membuat pagar betis menghadang massa untuk mendekati Patung Kuda Arjuna Wijaya, berusaha menghalau dengan meyakinkan massa itu.

"Bapak-bapak jangan percaya berita bohong, tidak ada yang terluka dan tidak ada yang diamankan," kata petugas polisi melalui pengeras suara.

Baca juga: Massa Jakarta Bergerak adakan lempar tomat pada "Anies"

Aksi massa Selasa ini, disebabkan kejadian banjir Jakarta pada 1 Januari 2020. Satu massa meminta pertanggungjawaban Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan (di Patung Arjuna Wijaya), sementara satu massa aksi lainnya mendukung Anies (di Balai Kota).

Pewarta: Ricky Prayoga
Editor: Edy Sujatmiko
COPYRIGHT © ANTARA 2020

Komentar