Peru akan deportasi turis yang merusak dan BAB di Machu Picchu

Peru akan deportasi turis yang merusak dan BAB di Machu Picchu

Machu Picchu (Pixabay)

Jakarta (ANTARA) - Polisi Peru mengatakan bahwa mereka akan mendeportasi lima turis dan menuntut turis lainnya karena diduga merusak batu-batu dan buang air besar di antara reruntuhan di Machu Picchu, sebuah benteng Inca yang merupakan salah satu tempat wisata paling terkenal di Amerika Selatan, Selasa (14/1).

Pihak berwenang mengatakan turis-turis yang berasal dari Chili, Brasil, Prancis dan Argentina itu menyelinap ke reruntuhan, menyebabkan sebuah batu jatuh dari dinding Kuil Matahari, membuatnya rusak. Salah satu turis asing pun diduga buang air besar di dalam kota Inca.

Seorang pria Argentina akan tetap berada di Peru untuk menghadapi tuduhan "menghancurkan warisan budaya Peru" setelah mengaku melakukan vandalisme.

Machu Picchu adalah situs Warisan Dunia UNESCO yang dikunjungi oleh lebih dari satu juta wisatawan per tahun. Batu yang misterius berusia berabad-abad ini telah lama menarik minat pengunjung, tetapi lonjakan pariwisata telah menimbulkan kekhawatiran atas kerusakan pada situs bersejarah itu.

PBB sebelumnya telah memperingatkan masalah mendesak seperti deforestasi, risiko tanah longsor, pembangunan kota yang tidak terkendali dan akses ilegal ke tempat yang dilindungi itu.

Baca juga: Jusuf Kalla nyatakan Borobudur tidak kalah dengan Machu Picchu

Baca juga: Borobudur-Machu Picchu diusulkan jadi "sister heritage"

Baca juga: Situs Kuno Dekat Machu Picchu Terbakar

Penerjemah: Nanien Yuniar
Editor: Alviansyah Pasaribu
COPYRIGHT © ANTARA 2020

Komentar