Polri canangkan program Korlantas Peduli Lingkungan

Polri canangkan program Korlantas Peduli Lingkungan

Kepala Korps Lalu Lintas Polri Irjen Pol Istiono (ketiga kanan) menerima hibah 80 set bak sampah dari Bank BRI dalam program Korlantas Polri Peduli Lingkungan Bersih. Bak-bak sampah itu selanjutnya akan disebar di area perkantoran Korlantas Polri, lingkungan sekitar perkantoran Korlantas Polri serta perumahan dinas Polri. (ANTARA/ Anita Permata Dewi)

Peluang pemanfaatan sampah terbuka lebar, terutama jika dipilah sejak dari rumah tangga
Jakarta (ANTARA) - Korlantas Polri merilis program Korlantas Polri Peduli Lingkungan Bersih sebagai upaya untuk menciptakan lingkungan bersih, hijau dan indah.

Kepala Korps Lalu Lintas Polri Irjen Pol Istiono di Jakarta, Rabu mengatakan ada dua hal yang menjadi prioritas dalam program ini yakni penanganan permasalahan sampah dan penanaman pohon.

Dalam program ini, pihaknya bekerja sama dengan Bank Rakyat Indonesia, Kementerian Lingkungan Hidup, Bank Sampah dan LSM lingkungan.

Untuk menangani persoalan sampah, Bank BRI telah menghibahkan 80 set bak sampah kepada Korlantas Polri. Bak-bak sampah itu selanjutnya akan disebar di area perkantoran Korlantas Polri, lingkungan sekitar perkantoran Korlantas Polri serta perumahan dinas Polri.

Baca juga: Polda Sulsel tanam 20.000 pohon untuk penghijuan

Menurut dia, budaya untuk memilah sampah harus digelorakan, baik di masyarakat maupun anggota Polri.

Ia menyebut masyarakat Indonesia belum terbiasa untuk memilah sampah. Padahal sampah yang telah dipilah dengan baik dapat memberikan manfaat.

Gerakan peduli sampah melalui pemilahan sampah ini dimulai dari seluruh anggota satuan kerja Korlantas di Indonesia, keluarga polantas, hingga lingkungan tempat tinggal mereka.

Pemilahan sampah yang baik setidaknya dipilah menjadi tiga jenis. Sampah organik yang mudah terurai dan bisa menjadi pupuk kompos, sampah anorganik yang sulit terurai namun bisa didaur ulang dan sampah B3 atau bahan berbahaya dan beracun.

"Budaya memilah sampah harus digelorakan sehingga sampah menjadi bermanfaat dan memiliki nilai ekonomis. Peluang pemanfaatan sampah terbuka lebar, terutama jika dipilah sejak dari rumah tangga," katanya.

Istiono menambahkan, dalam program ini, harapannya para polisi lalu lintas di lapangan bisa mengedukasi masyarakat untuk membuang sampah pada tempatnya.

"Polantas jadi corong penyampai pesan tentang kebersihan lingkungan," katanya.

Sementara untuk penanaman pohon, pihaknya akan memprioritaskan penanaman bibit pohon di ruas-ruas tol baru.

"Sebelumnya Polri melalui Kapolri (Jenderal Idham Azis) telah menggelar program Penanaman Pohon. Ini penguatan program itu didukung dengan penanganan masalah sampah," katanya.

Kegiatan penghijauan ini bertujuan untuk mengurangi dampak pemanasan global, mengurangi polusi udara dan meningkatkan penyerapan air untuk mencegah terjadinya banjir dan longsor.

"Di ruas jalan tol baru jarang ada pohon-pohon besar. Kontur jalan tol baru masih labil, harus dikuatkan dengan pepohonan untuk mencegah kerusakan jalan," katanya.

Untuk merealisasikan kegiatan penghijauan ini, pihaknya pun akan menanam sebanyak 2.000 bibit pohon di Tol Bocimi dalam waktu dekat.

Baca juga: Anggota Polrestro Jaksel 'wajib' tanam bibit pohon bila naik pangkat

Pewarta: Anita Permata Dewi
Editor: Zita Meirina
COPYRIGHT © ANTARA 2020

Agar beban TPA berkurang dan hasilkan rupiah dari sampah

Komentar