Desa Hadakewa tambah kapal nelayan tingkatkan pasokan ikan teri

Desa Hadakewa tambah kapal nelayan tingkatkan pasokan ikan teri

Komoditi ikan teri yang sedang dijemur dalam proses produksi di Desa Hadakewa, Kecamatan Nubatukan, Kabupaten Lembata, Provinsi Nusa Tenggara Timur. (Foto/Dok. Klemens Kwawan)

Tahun ini kami pengadaan 3 kapal nelayan yang dioperasikan untuk menambah pasokan bahan baku ikan teri yang sudah menjadi komoditi unggulan di desa kami
Kupang (ANTARA) - Pemerintah Desa Hadakewa di Kabupaten Lembata, Provinsi Nusa Tenggara Timur, menambah jumlah kapal yang akan dioperasikan nelayan setempat untuk meningkatkan pasokan ikan teri yang merupakan produk unggulan di desa itu.

“Tahun ini kami pengadaan 3 kapal nelayan yang dioperasikan untuk menambah pasokan bahan baku ikan teri yang sudah menjadi komoditi unggulan di desa kami,” kata Kepala Desa Hadakewa, Klemens Kwaman, ketika dihubungi dari Kupang, Rabu.

Dia menjelaskan, saat ini terdapat satu kapal, sedang dua unit lainnya dalam proses pengerjaan yang ditargetkan selesai pada April 2020.

Pengadaan kapal ini, lanjut dia, didukung dengan alokasi anggaran dana desa serta bantuan dari pemerintah kabupaten sebanyak dua unit kapal.

“Dari kabupaten kami mendapatkan dukungan anggaran untuk Desa Hadakewa sebagai desa tematik senilai Rp200 juta untuk pengadaan kapal,” katanya.

Klemens mengaku dirinya optimistis dengan bertambahnya sarana kapal nelayan ini maka ke depan kapasitas produksi ikan teri semakin memadai karena pasokan bahan baku lebih banyak.

Saat ini, lanjut dia, kapasitas ikan teri yang bisa diproduksi dalam sekali panen mencapai 1-2 ton setelah diolah dari pasokan teri basah sekitar 6 ton.

Dia mengatakan, usaha ikan teri yang sudah dipasarkan dengan kemasan dengan label Teri Hadakewa sudah memberikan dampak ekonomi yang positif bagi pemerintah desa maupun masyarakat yang bekerja di dalamnya.

Hanya saja, lanjut dia, kapasitas produksi masih menjadi pekerjaan rumah yang perlu diperkuat untuk menjawab permintaan pasar di wilayah kabupaten setempat maupun daerah lainnya.

“Bahkan sempat ada permintaan masuk dari China namun kami belum bisa menandatangani nota kesepahaman karena kapasitas produksi belum mampu menjawab permintaan mereka,” katanya.

Baca juga: Ikan teri Lembata diminati untuk diekspor ke China

Baca juga: Kades Hadakewa kaget terpilih dampingi Presiden ke India


Pewarta: Aloysius Lewokeda
Editor: Ahmad Buchori
COPYRIGHT © ANTARA 2020

Komentar