Pemerintah lanjutkan program subsidi penerbangan perintis di Papua

Pemerintah lanjutkan program subsidi penerbangan perintis di Papua

Salah satu pesawat jenis Caravan yang digunakan untuk penerbangan perintis bersubsidi di wilayah pegunungan tengah Papua pada 2019. (ANTARA/Marius F Yewun)

Saya harap kebijakan subsidi pesawat perintis disosialisasikan secara baik sehingga masyarakat Distrik Trikora dan Enggolok bisa memanfaatkannya
Wamena (ANTARA) - Pemerintah melanjutkan program subsidi penerbangan perintis penumpang dan kargo ke wilayah-wilayah terisolasi di pegunungan tengah Provinsi Papua pada  2020.

Pelaksana tugas Sekda Jayawijaya Tinggal Wusono di Wamena, ibu kota kabupaten Jayawijaya, Rabu, mengatakan masyarakat daerah terisolasi sangat terbantu dengan program itu.

"Kami apresiasi kebijakan berkelanjutan ini. Saya harap kebijakan subsidi pesawat perintis disosialisasikan secara baik sehingga masyarakat Distrik Trikora dan Enggolok bisa memanfaatkannya," katanya.

Karena subsidi perintis merupakan tindakan nyata kehadiran pemerintah di tengah masyarakat, Pemkab Jayawijaya akan terus mengawal untuk memastikan penerbangan tetap rutin.

"Kita akan koordinasi dengan teman-teman perhubungan sehingga jangka waktu satu tahun pelaksanaan subsidi di daerah ini benar-benar dimanfaatkan," katanya.

Kepala Bandara Wamena Paryono mengatakan penerbangan perintis tahun 2020 akan melayani 17 rute.

"Nanti kita tampilkan jadwalnya dan juga harganya kepada masyarakat," katanya.

Penerbangan perintis ke distrik-distrik menggunakan maskapai Susi Air tipe Pilatus dan Karavan. Dua armada itu disiagakan di Lapangan Udara Wamena dan terbang sesuai jadwal yang disiapkan.



Baca juga: Kemenhub: Jangkauan penerbangan perintis bakal diperluas mulai 2020
Baca juga: Pemerintah resmi operasikan penerbangan subsidi perintis 13 rute
Baca juga: Akibat subsidi habis, penerbangan perintis Seruyan dihentikan

Pewarta: Marius Frisson Yewun
Editor: Subagyo
COPYRIGHT © ANTARA 2020

Luhut pastikan subsidi gas 3 kg akan dikurangi secara bertahap

Komentar