Mensos optimistis anak dengan perlindungan khusus bisa hidup normal

Mensos optimistis anak dengan perlindungan khusus bisa hidup normal

Menteri Sosial Juliari Batubara dalam acara kunjungan ke Balai Rehabilitasi Sosial Anak yang Memerlukan Perlindungan Khusus (BRSAMPK) Handayani Jakarta, Rabu (15/1/2020). ANTARA/Katriana

"Mencegahnya tentu pertama dari diri sendiri. Tapi yang paling utama adalah dari keluarga. Orang tuanya harus mengawasi dengan baik dan memberikan pelajaran hidup," kata Mensos.
Jakarta (ANTARA) - Menteri Sosial Juliari Batubara menyampaikan optimisme bahwa anak-anak yang memerlukan perlindungan khusus di balai rehabilitasi sosial anak BRSAMPK Handayani Jakarta dapat menjalani proses rehabilitasi dengan baik dan kembali ke lingkungan masyarakat dengan kehidupan yang lebih baik dan lebih normal.

"Kita mempersiapkan mereka kembali lagi ke lingkungan masyarakat agar hidupnya lebih baik. Kita harapkan bisa setiap kali lebih baik hasilnya," kata Menteri Sosial Juliari Batubara dalam acara kunjungan ke Balai Rehabilitasi Sosial Anak yang Memerlukan Perlindungan Khusus (BRSAMPK) Handayani Jakarta, Rabu.

Dalam pelayanannya, BRSAMPK Handayani, katanya, menangani anak-anak yang tergolong ke dalam beberapa kelompok kasus seperti anak dalam situasi darurat, berhadapan dengan hukum, anak dari kelompok minoritas dan terisolasi, korban eksploitasi ekonomi dan atau seksual, serta anak korban penyalahgunaan narkotika, alkohol, psikotropika dan zat adiktif lainnya.
Baca juga: Perlindungan khusus jadi masalah utama anak disabilitas di Indonesia

Kemudian, anak terkena HIV/AIDS, anak korban pornografi, penculikan atau perdagangan, kejahatan seksual, jaringan terorisme, penelantaran, stigmatisasi, penyandang disabilitas dan anak dengan perilaku sosial menyimpang juga diberikan penanganan rehabilitasi di balai tersebut.

Dalam proses rehabilitasi, balai tersebut memberikan penanganan khusus dengan mengoptimalkan upaya rehabilitasi, melindungi dan mengupayakan pemulihan trauma terhadap anak-anak tersebut, baik anak sebagai korban, pelaku maupun sebagai saksi.

Ia mengatakan Kemensos mengusahakan upaya optimal itu untuk mempersiapkan kehidupan yang lebih baik bagi anak-anak tersebut.

"Ini kan anak-anak kita semua. Negara menitipkan di sini. Tanggung jawab kita untuk merehabilitasi mereka. Mempersiapkan mereka mendapatkan hidup yang lebih baik lagi," katanya.
Baca juga: LPAI dorong pemerintah sediakan tempat aspirasi khusus untuk anak
Baca juga: KPAI minta Australia terima visa Dimas pemilik kebutuhan khusus


Mensos berharap anak-anak yang sudah kembali ke lingkungan keluarga dan masyarakat tidak kembali terjerumus ke dalam persoalan sosial yang sama dan memiliki kehidupan yang lebih baik.

"Tadi saya sampaikan di depan anak-anak ini. (Harapannya) sudah mentok sampai di sini saja. Jangan masuk ke tempat yang lebih seram," katanya.

Ia juga berharap kepada keluarga untuk bisa memberikan perhatian yang lebih baik agar anak-anak tersebut tidak terjerat dalam kasus hukum ataupun persoalan lainnya.

"Mencegahnya tentu pertama dari diri sendiri. Tapi yang paling utama adalah dari keluarga. Orang tuanya harus mengawasi dengan baik dan memberikan pelajaran hidup," kata Mensos.
Baca juga: Mensos: Pekerja sosial ujung tombak program rehabilitasi sosial anak

Pewarta: Katriana
Editor: Muhammad Yusuf
COPYRIGHT © ANTARA 2020

Puluhan penyandang disabilitas Wyata Guna unjuk rasa, Pemprov beri solusi

Komentar