Reli Dakar

Brabec lebarkan jarak di klasemen saat cuaca buruk hambat etape 10

Brabec lebarkan jarak di klasemen saat cuaca buruk hambat etape 10

Pebalap Honda Ricky Brabec melaju di etape 10 Dakar 2020 yang menempuh rute Haradh menuju Shubaytah sejauh 608km dengan Special Stage sepanjang 534km, Rabu (15/1/2020) (ANTARA/HO/DPPI Media)

Jakarta (ANTARA) - Pebalap tim Honda Ricky Brabec melebarkan jaraknya di puncak klasemen Reli Dakar 2020 setelah finis runner-up pada etape 10 yang berakhir lebih awal karena cuaca buruk di wilayah sekitar Haradh dan Shubaytah, Arab Saudi pada Rabu.

Pebalap asal Amerika Serikat itu kini memimpin klasemen kategori sepeda motor 25 menit di depan Pablo Quintanilla dari tim Husqvarna dan 27 menit di depan rekan satu tim di Honda Joan Barreda.

Barreda yang tampil tercepat di etape 10 menggeser juara bertahan Toby Price ke peringkat empat klasemen dengan selisih satu menit 24 detik.

Baca juga: Sainz perlebar jarak saat para rival tersesat di etape 10 Dakar 2020

Brabec dan Kevin Benavides melengkapi finis podium untuk Honda hari itu di peringkat dua dan tiga sementara Quintanilla yang berusaha memangkas jaraknya dari sang rival harus kehilangan waktu hampir enam menit setelah finis ketujuh.

Pada edisi pertama Dakar yang digelar di Timur Tengah itu, etape 10 yang menjadi awal etape maraton akan menjadi tes ketahanan sebenarnya bagi para pebalap di mana mereka tak akan didampingi oleh kru mekanik selama balapan berlangsung dan setibanya di bivouac, tempat peristirahatan.

Bagian pertama akan menempuh rute Haradh menuju Shubaytah sejauh 608km dengan Special Stage sepanjang 534km di wilayah yang disebut "Empty Quarter" atau Ruang Kosong di bagian selatan.

Awal dari etape maraton itu harus disudahi setelah para pebalap mencapai zona netral di km 345 karena cuaca buruk.

Baca juga: Cuaca buruk hambat etape 10 Reli Dakar 2020

Sedangkan etape selanjutnya akan menuju rute sebaliknya menuju Haradh sejauh 747km dan SS sepanjang 379km.

Selama dua hari berturut-turut di etape maraton itu, para pebalap hanya diperbolehkan menerima bantuan dari sesama kompetitor dan bukan dari kendaraan pendamping tim mereka sebelum melaju di etape terakhir yang menempuh rute Haradh menuju Qiddiya.

"Masih ada dua hari tersisa, dua kali lagi bermalam, jadi aku belum menyerah. Kami akan melakukan yang terbaik di dua hari selanjutnya," kata Brabec.

"Tak ada tekanan. Kami masih memiliki jalan panjang, jadi kami tak akan membiarkan tekanan dan orang lain mempengaruhi kami. Target utamanya adalah untuk finis setiap hari.

"Strategi hari ini adalah untuk lebih berhati-hati. Sementara yang lain kesulitan menemukan way point. Bagian kedua dari Special (Stage) dibatalkan, jadi aku sedikit kecewa, karena aku tak bisa melihat catatan waktu dan bermain di sana.

"Tapi kami tidak menang hari ini dan itu bagus karena besok aku tak harus membuka jalan... Aku rasa kami beruntung. Aku tinggal membalap dengan cerdik dan tetap fokus," pungkas Brabec.

Baca juga: Jelang etape maraton, Brabec semakin dekati gelar pertamanya di Dakar

Pewarta: Aditya Eko Sigit Wicaksono
Editor: Fitri Supratiwi
COPYRIGHT © ANTARA 2020

Komentar