Putin perintahkan persiapan usulan amendemen konstitusi

Putin perintahkan persiapan usulan amendemen konstitusi

Presiden Rusia Vladimir Putin (kiri) dan Perdana Menteri Rusia Dmitry Medvedev (kedua dari kiri) memasuki ruangan saat Kongres Partai Rusia Bersatu ke-19 di Moskow, Rusia, Sabtu (23/11/2019). ANTARA/Sergei Ilnitsky/Pool via REUTERS/aww/cfo

Moskow (ANTARA) - Presiden Rusia Vladimir Putin, Rabu (15/1), memerintahkan pembentukan kelompok kerja khusus untuk mempersiapkan usulan amandemen undang-undang dasar (UUD) Rusia. 

Sebelumnya ketika menyampaikan pidato tahunan di hadapan Majelis Federal pada hari yang sama, Putin mengatakan dirinya tidak melihat ada kebutuhan untuk membuat undang-undang baru namun ia  mengusulkan untuk membahas amendemen terhadap konstitusi yang ada.

 "Untuk membentuk kelompok kerja yang mempersiapkan usulan amendemen Konstitusi Federasi Rusia. Untuk menyetujui daftar anggota kelompok kerja terkait persiapan usulan amendemen Konstitusi Federasi Rusia," demikian arahan presiden Rusia.

Presiden Rusia itu sebelumnya menuturkan bahwa perubahan tersebut akan meningkatkan peran dan arti penting parlemen Rusia dan partai-partai di parlemen, juga independensi dan tanggung jawab perdana menteri serta seluruh anggota kabinet. Putin menekankan bahwa, meskipun ada perubahan dalam situasi di Rusia selama 25 tahun terakhir, tidak perlu ada pengesahan konstitusi baru.

Baca juga: PM Rusia mundur terkait rencana Putin ubah konstitusi

Putin menawarkan pemindahan kekuasaan dari presiden ke parlemen dalam menunjuk perdana menteri, gubernur, dan pejabat tinggi lainnya, sementara pada saat bersamaan membatasi kekuasaan presiden untuk menolak penunjukan parlemen.

Putin juga mengusulkan agar tokoh politik Rusia dilarang memiliki kewarganegaraan asing atau izin tinggal di negara asing, serta melarang individu mencalonkan diri sebagai presiden kecuali mereka telah tinggal di Rusia selama 25 tahun lebih dan tidak pernah memiliki kewarganegaraan ganda.

Konstitusi Federasi Rusia, yang disahkan pada 1993, hanya mengalami perubahan satu kali pada 2008 ketika periode parlementer dan presiden diperpanjang.

Putin menganggap perubahan tersebut cukup penting untuk mengarahkan pemilih Rusia agar menyetujui amendemen.

Perdana Menteri Dmitry Medvedev memberi tahu Presiden Vladimir Putin bahwa seluruh pemerintah akan mengundurkan diri.

Bagian pers Kremlin lantas mengumumkan bahwa Putin telah mengajukan kepala Layanan Pajak Federal Rusia, Mikhail Mishustin, untuk dipertimbangkan oleh oleh Duma Negara (majelis rendah parlemen Rusia) sebagai perdana menteri yang baru. 

Sumber: Reuters

Baca juga: Putin: Rusia punya kapal untuk proyek Nord Stream 2

Baca juga: Putin resmikan jalur kereta ke Krimea yang dicaplok Rusia

Baca juga: Kedubes Rusia lakukan persiapan untuk kunjungan Putin ke Indonesia


 

Rusia Mulai Proses Oposisi

Penerjemah: Asri Mayang Sari
Editor: Tia Mutiasari
COPYRIGHT © ANTARA 2020

Komentar menjadi tanggung jawab anda sesuai UU ITE

Komentar