Ridwan Kamil: Pariwisata adalah bisnis kebahagiaan, ini alasannya

Ridwan Kamil: Pariwisata adalah bisnis kebahagiaan, ini alasannya

Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil saat menghadiri Pembukaan Musyawarah Daerah (Musda) XIII Badan Pimpinan Daerah (BPD) Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) Jabar di Trans Luxury Hotel, Kota Bandung, Rabu (15/1/2020). (Dok Humas Pemprov Jabar)

Jawa Barat mau memilih bisnis kebahagiaan seperti apa? Ya kita mencari ridho Allah SWT
Bandung (ANTARA) - Gubernur Jawa Barat (Jabar) M Ridwan Kamil atau Emil mengatakan pariwisata adalah bisnis kebahagiaan dan industri pariwisata diciptakan untuk menarik orang berkunjung, apalagi Jabar memiliki panorama dan kondisi alam yang indah.

"Di acara Musyawarah Daerah ke-13 BPD Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) Jabar kemarin malam di Bandung, saya katakan bahwa pariwisata adalah bisnis kebahagiaan," kata Ridwan Kamil, Kamis.

Ridwan Kamil mengatakan Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jawa Barat berkomitmen menjadikan sektor pariwisata sebagai lokomotif ekonomi masa depan. Sejumlah upaya dan program pun digagas Pemda Provinsi Jawa Barat guna mewujudkannya.

"Kami serius untuk membuktikan Jawa Barat ini harus menjadi destinasi pariwisata yang semakin baik dan keren," kata dia.

"Dan menjadikan Jawa Barat juara pariwisata adalah yang pertama yang harus dipahami adalah definisinya. Akhirnya saya menemukan definisi versi saya," tambahnya.

Baca juga: Pantai Barat dan Timur Pangandaran berwajah baru pada awal 2020

Lebih lanjut ia menuturkan pariwisata itu definisinya adalah bisnis kebahagiaan yakni orang mau bahagia, dia mau keluar duit.

"Bahagia dengan shopping maka ada pariwisata shopping, bahagianya melihat festival maka dia mau jauh-jauh datang menonton festival (misalnya) ke Rio (Brazil), ke Jember, Bandung, dan lainnya," katanya.

"Dia bahagianya spiritualitasnya maka wisatanya umrah, wisata kunjungan. Dia bahagianya event musik, maka dia datang ke konser-konser musik. Jadi, definisi pariwisata itu," katanya.

Maka jenis kebahagiaan seperti apa yang bisa membuat orang mau datang ke Jawa Barat, Emil mengatakan industri pariwisata di Jabar bisa disesuaikan dengan kondisi alam dan budaya di setiap daerah.

"Jawa Barat mau memilih bisnis kebahagiaan seperti apa? Ya kita mencari ridho Allah SWT, maka kita pilih bisnis-bisnis kebahagiaan atau pariwisata yang sesuai adat, budaya, syariat agama, supaya kita berkah," katanya.

Emil menyebut hingga akhir 2019 jumlah wisatawan domestik dan mancanegara yang berkunjung ke Jabar sekira 66 juta wisatawan.

Baca juga: Natuna diusulkan jadi kawasan khusus pariwisata, ini alasannya



 

Pewarta: Ajat Sudrajat
Editor: Risbiani Fardaniah
COPYRIGHT © ANTARA 2020

Ridwan Kamil minta kepala daerah manfaatkan pinjaman BJB

Komentar menjadi tanggung jawab anda sesuai UU ITE

Komentar