KKP sebut perikanan budi daya tingkatkan mutu dan nilai ekonomi

KKP sebut perikanan budi daya tingkatkan mutu dan nilai ekonomi

Dirjen Perikanan Budidaya Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) Slamet Soebjakto. ANTARA/HO-Dokumentasi KKP

Saya yakin CBF akan memberikan multiplier effect khususnya bagi masyarakat dan kepentingan daerah
Jakarta (ANTARA) - Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) menyatakan bahwa penerapan konsep Culture Based Fisheries (CBF) atau perikanan berbasis budi daya dengan memanfaatkan makanan alami yang tersedia, bakal meningkatkan mutu dan nilai ekonomi komoditas perikanan nasional.

"(Penerapan CBF) ini upaya untuk menghindari penurunan mutu air karena penyuburan berlebihan, sehingga perlu penebaran ikan pemakan bahan organik, plankton atau gulma air," kata Dirjen Perikanan Budidaya KKP Slamet Soebjakto di Jakarta, Kamis.

Slamet Soebjakto memaparkan konsep ini menjadi model yang efektif untuk pengelolaan perikanan berkelanjutan khususnya di perairan umum daratan.

Hal tersebut, lanjutnya, karena pengelolaannya lebih terukur, dapat menjadi alternatif usaha masyarakat, serta tidak berdampak negatif terhadap fungsi utama perairan.

Baca juga: Menteri KKP akan evaluasi ekspor budi daya perikanan di Natuna

​​​​​Menurut dia, melalui CBF benih ikan dari hasil budidaya yang direstocking dibiarkan tumbuh secara alami dengan memanfaatkan pakan alami yang tersedia hingga mencapai ukuran siap konsumsi.

CBF, sambung Slamet, juga dapat dimanfaatkan sebagai alternatif usaha untuk meningkatkan ekonomi masyarakat baik dari sektor perikanan, pariwisata dan lainnya.

"Saya yakin CBF akan memberikan multiplier effect khususnya bagi masyarakat dan kepentingan daerah. Selain itu dapat menambah peluang pekerjaan," ucapnya.

Baca juga: KKP siapkan unit pembenihan rakyat kembangkan budi daya

Saat ini, KKP tengah mengujicobakan penerapan CBF di waduk Jatiluhur dan kawasan Oxbow DAS Citarum. Selain itu, tahun ini juga akan dilaksanakan percontohan CBF di Jabodetabek, yakni di tiga situ atau danau yang luasnya kurang dari 10 hektare.

Ia mengemukakan bahwa tidak hanya di kawasan Jabotabek, tetapi embung yang terletak di Pangandaran, Jawa Barat, yang diresmikan tahun 2019 lalu juga akan diujicobakan pengelolaannya menggunakan konsep CBF.

"Bila konsep CBF ini dapat dilakukan maksimal maka saya yakin seluruh perairan di waduk dan danau dapat terjaga dari eutrofikasi, masyarakat yang terkena dampak rasionalisasi KJA tetap mendapatkan sumber penghasilan dari ikan hasil CBF serta dapat mendorong kegiatan wisata berbasis perikanan," jelasnya.

Dengan adanya CBF ini, Slamet berharap semua stakeholder perikanan budidaya dapat berkolaborasi untuk pelestarian Perairan Umum Darat ataupun Daerah Aliran Sungai (DAS). "Ini menjadi kewajiban kita semua, lintas sektor," tegas Slamet.

Baca juga: KKP bangun embung dengan pola berbasis budi daya perikanan
Baca juga: Edhy Prabowo sebut bakal fokus 3 hal, percepat budi daya perikanan

Pewarta: M Razi Rahman
Editor: Faisal Yunianto
COPYRIGHT © ANTARA 2020

Edhy Prabowo akan rampungkan aturan penggunaan cantrang

Komentar menjadi tanggung jawab anda sesuai UU ITE

Komentar