BMKG: Waspada potensi hujan disertai petir di Jaksel dan Jaktim

BMKG: Waspada potensi hujan disertai petir di Jaksel dan Jaktim

Ilustrasi: Petugas Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) memantau monitor citra satelit cuaca di gedung BMKG, Jakarta, Jumat (10/1/2020). ANTARA FOTO/Rivan Awal Lingga/wsj.

Jakarta (ANTARA) - Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) menyampaikan peringatan dini waspada potensi hujan disertai petir dan angin kencang di wilayah Jakarta Selatan (Jaksel) dan Jakarta Timur (Jaktim) pada Jumat (17/1) sore hari.

"Waspada potensi hujan disertai kilat atau petir dan angin kencang berdurasi singkat di wilayah Jaksel dan Jaktim pada sore hari," demikian peringatan dini yang dirilis BMKG melalui www.bmkg.go.id yang dikutip di Jakarta, Jumat.

Pada pagi hari, situasi cuaca di kawasan itu berstatus cerah berawan. Sementara hujan petir pada siang hari, dan pada malam hari diperkirakan mengalami hujan lokal.

Prakiraan suhu udara di kawasan itu berkisar 23 hingga 33 derajat celsius serta kelembapan 70 hingga 95 persen.

Baca juga: BPBD: Tinggi muka air di sejumlah pintu air Jakarta normal

Sementara itu Jakarta Pusat diperkirakan hujan dengan intensitas sedang pada siang hari. Untuk Jakarta Utara dan Kepulauan Seribu, diperkirakan mengalami hujan ringan pada pagi hari. Sedangkan, Jakarta Barat diprakirakan cerah berawan sepanjang hari.

Suhu udara di kawasan itu diperkirakan berkisar antara 23 hingga 33 derajat celsius. Sedangkan kelembapan udaranya berkisar 65 hingga 95 persen.

Sebelumnya, Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi (BPPT) menyiapkan teknologi modifikasi cuaca (TMC) untuk mempercepat penurunan hujan sebelum mencapai wilayah Jakarta, Bogor, Depok, Tangerang dan Bekasi (Jabodetabek) sehingga mengurangi curah hujan turun di area tersebut dalam rangka mencegah banjir.

"Kami sudah siapkan 22 ton bahan semai (garam), dan segera ditambah lagi stoknya," kata Kepala BPOT Hammam Riza di Jakarta, Kamis (2/1).

Operasi TMC pernah juga dilakukan untuk mengurangi dampak ancaman banjir Jakarta pada 2013.

Selain untuk penanggulangan banjir, TMC juga dapat digunakan untuk keperluan lain antara lain pencegahan bencana kekeringan, mengantisipasi gagal panen, penanggulangan kebakaran hutan dan lahan, hingga mengisi debit air di waduk untuk keperluan pembangkit listrik tenaga air.

Baca juga: BPBD sebut Rp4 miliar untuk enam set DWS

Pewarta: Zubi Mahrofi
Editor: Irwan Suhirwandi
COPYRIGHT © ANTARA 2020

BMKG Jayapura pasang 17  alat sensor gempa tambahan

Komentar menjadi tanggung jawab anda sesuai UU ITE

Komentar