Wall Street cetak rekor tertinggi baru ikuti data ekonomi positif

Wall Street cetak rekor tertinggi baru ikuti data ekonomi positif

Suasana lantai bursa di New York Stock Exchange (NYSE) Amerika Serikat (23/4/2019). ANTARA/REUTERS/Brendan McDermid/aa (REUTERS/BRENDAN MCDERMID)

Semua dari 11 sektor utama S&P 500 ditutup lebih tinggi, dengan sektor teknologi terangkat 1,4 persen, melampaui sektor-sektor lainnya
New York (ANTARA) - Wall Street menguat ke rekor tertinggi baru dengan S&P 500 menembus angka 3.300 untuk pertama kalinya pada akhir perdagangan Kamis (Jumat pagi WIB), didorong oleh serangkaian laporan laba perusahaan dan data ekonomi yang kuat.

Ketiga indikator utama bursa berakhir pada rekor tertinggi. Indeks Dow Jones Industrial Average melonjak 267,42 poin atau 0,92 persen, menjadi ditutup pada 29.297,64.

Baca juga: Wall Street turun akibat kekhawatiran kenaikan suku bunga


Indeks S&P 500 bertambah 27,52 poin atau 0,84 persen, menjadi berakhir di 3.316,81. Indeks Komposit Nasdaq ditutup menguat 98,44 poin atau 1,06 persen, menjadi 9.357,13.

Semua dari 11 sektor utama S&P 500 ditutup lebih tinggi, dengan sektor teknologi terangkat 1,4 persen, melampaui sektor-sektor lainnya.

Morgan Stanley melonjak 6,6 persen memimpin saham-saham S&P 500 setelah laba kuartalannya lebih baik dari perkiraan dan meningkatkan prospek kinerjanya, mengalahkan beberapa perolehan laba pemberi pinjaman besar AS lainnya yang juga berkinerja kuat.

Sejauh ini, sekitar tujuh persen perusahaan-perusahaan S&P 500 telah melaporkan laba kuartalan mereka, menurut CNBC, mengutip data FactSet. Dari perusahaan-perusahaan itu, 76,5 persen telah membukukan laba yang lebih baik dari perkiraan.

Baca juga: Wall Street terpukul data konsumen lemah


Sentimen lebih lanjut terangkat oleh data yang menunjukkan penjualan ritel AS naik 0,3 persen pada Desember, sejalan dengan perkiraan para ekonom.

Angka-angka ritel menunjukkan ekonomi AS mempertahankan laju pertumbuhan moderat pada akhir 2019 dan meredakan kekhawatiran tentang kesehatan sektor ini setelah laporan penjualan liburan yang mengecewakan dari Target Corp dan JC Penney Co Inc.

Sementara itu, dalam pekan yang berakhir 11 Januari, klaim pengangguran awal AS, cara kasar untuk mengukur PHK, muncul di 204.000, turun 10.000 dari tingkat yang tidak direvisi minggu sebelumnya, Departemen Tenaga Kerja mengatakan pada Kamis (16/1/2020). Para ekonom yang disurvei oleh MarketWatch memperkirakan 220.000.

Optimisme perdagangan juga berkontribusi pada keuntungan di pasar. Indeks saham-saham unggulan atau blue-chips berakhir di atas angka 29.000 untuk pertama kalinya Rabu (15/1/20202) setelah Beijing dan Washington menandatangani kesepakatan perdagangan fase-satu yang sangat diantisipasi.

Baca juga: Wal-Mart dan peritel dorong Wall Street lebih rendah

Pewarta: Apep Suhendar
Editor: Agus Salim
COPYRIGHT © ANTARA 2020

Komentar menjadi tanggung jawab anda sesuai UU ITE

Komentar