170 orang kemungkinan sakit akibat wabah norovirus di California, AS

170 orang kemungkinan sakit akibat wabah norovirus di California, AS

Pelangi terlihat di seberang Lembah Yosemite di depan formasi batu granit El Capitan di Taman Nasional Yosemite, California, Amerika Serikat, Jumat (29/3/2019). ANTARA FOTO/REUTERS/Lucy Nicholson/cfo

Pengelola Taman Nasional Yosemite tengah menjalankan penyelidikan terhadap wabah, yang kebanyakan laporan kasusnya menyertakan kaitan dengan norovirus,
California (ANTARA) - Sekitar 170 orang yang dalam beberapa pekan terakhir mengunjungi Taman Nasional Yosemite di California, Amerika Serikat (AS), mengalami gangguan sistem pencernaan yang terindikasi akibat norovirus. 

Dua antara orang-orang itu telah didiagnosis menderita penyakit tersebut, kata pejabat taman nasional tersebut, Kamis (16/1). 

Juru bicara pengelola Taman Nasional Yosemite, Scott Gediman, menyebut dalam keterangan tertulis pada Kamis bahwa sebagian besar pasien itu sebelumnya menghabiskan waktu di Lembah Yosemite selama atau sekitar pekan pertama Januari.

Beberapa hari belakangan, jumlah kasus baru yang dilaporkan telah menurun.

Pihak pengelola Taman Nasional Yosemite tengah menjalankan penyelidikan atas wabah yang "kebanyakan laporan kasusnya menyertakan kaitan dengan norovirus," kata Gediman.

Selain itu, Taman Nasional Yosemite juga melakukan pembersihan secara luas dan meningkatkan protokol sanitasi menyusul kemunculan kasus wabah tersebut.

Sementara itu, Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit AS menggambarkan penyakit akibat norovirus sebagai penyakit sangat menular pada perut hingga membuat penderitanya muntah-muntah dan diare. Penyakit itu juga dikatakan bisa menyebar melalui kontak dengan pasien terinfeksi atau permukaan yang terkontaminasi.

Sumber: Reuters

Baca juga: China sebut ada korban meninggal kedua akibat pneumonia di Wuhan

Baca juga: Pulang dari Wuhan-China, pria Jepang terinfeksi virus Korona

Baca juga: Virus China bisa menyebar, WHO peringatkan rumah sakit


 

Menkes: deteksi penyakit menular cegah kerugian negara

Penerjemah: Suwanti
Editor: Tia Mutiasari
COPYRIGHT © ANTARA 2020

Komentar menjadi tanggung jawab anda sesuai UU ITE

Komentar