Perwakilan UNODC temui pimpinan KPK dukung berantas korupsi lebih kuat

Perwakilan UNODC temui pimpinan KPK dukung berantas korupsi lebih kuat

Country Manager and Liaison to ASEAN dari UNODC Collie F Brown saat jumpa pers di gedung KPK, Jakarta, Jumat (17/1/2020). (Antara/Benardy Ferdiansyah)

Jakarta (ANTARA) - Perwakilan United Nations Office on Drugs and Crime (UNODC) menemui pimpinan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), di Jakarta, Jumat, mendukung agar pemberantasan korupsi menjadi lebih kuat.

"Jadi, dalam kunjungan kehormatan ini, kami mendapatkan kesempatan yang sangat baik dengan berdiskusi dengan KPK dan kami akan mendukung rencana ke depan KPK pada 2020," kata Country Manager and Liaison to ASEAN dari UNODC Collie F Brown saat jumpa pers di gedung KPK, Jakarta, Jumat.

Baca juga: KPK sebut hambatan investasi Indonesia adalah korupsi

Lebih lanjut, ia menyatakan bahwa UNODC telah memiliki kerja sama jangka panjang dengan KPK untuk mendukung pemberantasan korupsi di Indonesia.

"Anda tahu kami memiliki kerja sama jangka panjang yang baik dengan KPK dari tahun ke tahun juga dukungan terhadap angka korupsi di Indonesia agar bisa terus berkurang," kata Collie.

Baca juga: Bima Arya: Tantangan pemberantasan korupsi di Indonesia makin berat

Ia juga mengharapkan dengan pimpinan KPK yang baru dan juga hadirnya Dewan Pengawas, KPK bisa menjadi lebih kuat dalam memberantas korupsi.

"Dengan sejumlah kesepakatan dengan komisioner baru dan juga dewasnya, kami ingin tidak hanya untuk bisa bekerja sama tetapi juga lebih mengenal KPK lagi karena KPK adalah lembaga antirasuah yang kuat dan kami juga berharap ke depannya KPK bisa menjadi lebih kuat lagi dalam memberantas korupsi dan mempertahankan reputasinya sebagai lembaga antirasuah," tuturnya.

Baca juga: Pengamat harapkan Dewas KPK membuat pemberantasan korupsi lebih maju

Ia pun juga memberikan pandangan terkait sosok pimpinan KPK baru, terutama saat ditanya soal sosok Ketua KPK Firli Bahuri.

"Sepertinya orang yang baik karena saya baru saja bertemu dia tetapi saya sudah pernah sebelumnya bertemu Bu Lili (Wakil Ketua KPK Lili Pintauli Siregar) di LPSK (Lembaga Perlindungan Saksi dan Korban) karena UNODC juga bekerja sama dengan LPSK," ujar Collie.

Baca juga: Fahri sarankan pemberantasan korupsi sistemik pada tiga level

Namun, ia mengharapkan juga dapat mengenal lebih dekat dengan pimpinan KPK lainnya.

"Tetapi saya berharap dapat bisa lebih kenal lagi dengan semua komisioner ini karena KPK adalah institusi dan sebuah institusi yang telah berdiri secara baik tidak akan berubah hanya karena orang-orangnya berganti. Jadi, saya pikir ini akan menjadi indikasi langkah yang baik ke depan untuk KPK tentunya dengan pimpinan baru, ide baru, dan pandangan baru," kata dia.

Sebelumnya pada Selasa (14/1), Collie juga telah menemui anggota Dewas KPK di gedung Pusat Edukasi Antikorupsi KPK, Jakarta.

Dalam pertemuan tersebut kelima Dewas KPK mendengarkan paparan UNODC yang menginformasikan tentang hal-hal yang sudah dilakukan bersama KPK selama ini. Salah satunya tentang Indonesia yang sudah melewati dua kali "review" untuk ratifikasi United Nations Convention against Corruption (UNCAC).

Pewarta: Benardy Ferdiansyah
Editor: Bambang Sutopo Hadi
COPYRIGHT © ANTARA 2020

Gandeng UNODC, KPK susun kode etik

Komentar menjadi tanggung jawab anda sesuai UU ITE

Komentar