Pemeriksaan kesehatan oleh relawan diserbu korban banjir Samarinda

Pemeriksaan kesehatan oleh relawan diserbu korban banjir Samarinda

Koordinator medis (GMSS-SKM) Samarinda dr Bahrul Huda (kaos hijau dan topi hijau tua) melayani konsultasi kesehatan dan pemberian obat-obatan kepada warga korban banjir di kawasan Pemuda III Samarinda, Jumat (17/1/2020). (ANTARA/M. Ghofar)

Tim GMSS-SKM sebelumnya juga telah membagikan makanan
Samarinda (ANTARA) - Layanan pemeriksaan kesehatan dan pemberian obat-obatan secara gratis yang dilakukan relawan medis dari Gerakan Memungut Sehelai Sampah Sungai Karang Mumus (GMSS-SKM) diserbu para korban banjir di kawasan Pemuda III Samarinda.

"Banyak obat-obatan yang kami bagikan tadi, antara lain obat gatal, obat demam, mag, suplemen, dan obat tekanan, termasuk melayani konsultasi kesehatan bagi ibu hamil yang tadi kebetulan ada beberapa ibu hamil yang datang dan bertanya," ujar koordinator medis (GMSS-SKM) Samarinda, Kalimantan Timur dr Bahrul Huda di Samarinda, Jumat.

Dalam melakukan pemeriksaan kesehatan warga di kawasan banjir itu, ia dibantu Ari yang mendapat tugas melakukan pemeriksaan tensi, sedangkan sejumlah anggota GMSS-SKM yang lain tampak membantu aksi itu dengan memilihkan obat yang diperlukan warga.

Tim itu masuk lokasi banjir dengan menggunakan gerobak motor. Sejumlah obat-obatan dan perlengkapan kesehatan dimasukkan dalam gerobak tersebut, termasuk roti, air mineral, dan nasi bungkus untuk bekal relawan maupun diberikan kepada warga.

Baca juga: BPBD: Korban banjir di Samarinda 18 ribu jiwa

"Sore ini kami fokus melakukan pemeriksaan kesehatan dan pembagian obat-obatan yang dibutuhkan warga, karena sudah ada tim lain yang membagikan makanan dan air mineral. Tim GMSS-SKM sebelumnya juga telah membagikan makanan," ujarnya.

Ia mengatakan penyakit yang muncul saat dan pascabanjir, antara lain gatal-gatal, diare, mag, batuk, pilek.

Selain itu, katanya, banyak warga kelelahan karena melintasi banjir dan membersihkan rumah.

Oleh karena itu, ia menyarankan warga tetap waspada terhadap sejumlah penyakit tersebut.

"Saya sarankan warga waspada terhadap risiko penyakit pascabanjir, yakni dengan tetap menjaga pola hidup bersih dan sehat. Sejumlah penyakit yang bisa timbul pascabanjir, antara lain leptospirosis yang disebabkan karena air banjir yang kotor bercampur dengan kotoran tikus dan sampah, diare, dan lainnya," ucap Bahrul.

Baca juga: Gubernur ajak semua elemen bantu penyelesaian banjir Samarinda
Baca juga: Relawan masih bantu korban banjir Samarinda


Pewarta: M.Ghofar
Editor: M. Hari Atmoko
COPYRIGHT © ANTARA 2020

LBM Eijkman sebut perlu pemeriksaan silang untuk deteksi corona

Komentar menjadi tanggung jawab anda sesuai UU ITE

Komentar