Proyek jembatan FTZ Bintan rusak sebelum dipergunakan

Proyek jembatan FTZ Bintan rusak sebelum dipergunakan

Proyek pembangunan jembatan di Tanah Merah, Kecamatan Teluk Bintan, Kepri nyaris runtuh sebelum digunakan. Proyek itu tidak selesai dikerjakan dan terbengkalai. ANTARA/ Nikolas Panama

Di papan pengumuman itu tertulis panjang jalan yang dibangun sejauh 1,2 KM dengan lebar 7 meter. Pelaksana proyek itu PT Bintanika Jaya, sedangkan konsultan proyek itu CV Dika S.A.E Konsultan.
Tanjungpinang (ANTARA) -
Pembangunan jembatan dan pelebaran jalan di Tanah Merah, Kecamatan Teluk Bintan, Kabupaten Bintan, Provinsi Kepulauan Riau, yang merupakan Kawasan Perdagangan Bebas dan Pelabuhan Bebas  atau Free Trade Zone (FTZ)  yang belum rampung tersebut saat ini dalam kondisi rusak parah.

Pantauaan ANTARA  di kawasan Tanah Merah, Sabtu, dua proyek dengan anggaran  Rp11 miliar dan Rp15 miliar tidak selesai dikerjakan hingga 31 Desember 2019 dan tampak terbengkalai.

Di lokasi proyek, jalan yang membelah kawasan yang ditumbuhi pohon bakau belum diaspal.

Sementara jembatan dalam kondisi miring. Beberapa bagian jembatan retak.
Baca juga: Plt Gubernur Kepri: Jokowi janji Jembatan Batam-Bintan dibangun 2021

Dari tiga proyek itu, hanya satu proyek yang masih terpasang papan pengumuman. Dari papan pengumuman itu, proyek pembangunan menuju kawasan wisata.

Di papan pengumuman itu tertulis panjang jalan yang dibangun sejauh 1,2 KM dengan lebar 7 meter. Pelaksana proyek itu PT Bintanika Jaya, sedangkan konsultan proyek itu CV Dika S.A.E Konsultan.

Di lokasi tersebut tidak ditemukan kawasan wisata. Dari peta Rencana Tata Ruangan Wilayah Bintan, Tanah Merah merupakan kawasan pemukiman desa, bukan kawasan pariwisata.

Kepala FTZ Bintan, Saleh Umar, yang dikonfirmasi permasalahan tersebut mengakui proyek tersebut belum selesai hingga batas waktu yang ditentukan.
Baca juga: Jembatan Batam-Bintan dipastikan masuk agenda pembangunan Jokowi

Ia berdalih jembatan yang miring dan retak, serta jalan yang belum selesai disebabkan hujan deras pada saat proyek itu dilaksanakan.

"Tidak ada masalah, karena hujan deras menyebabkan tanah turun," tuturnya.

Saleh berupaya meminta wartawan tidak hanya meliput permasalahan itu, melainkan juga jembatan di kawasan Belah. Jembatan di kawasan itu terbangun dengan baik.

"Lihat lah yang di Belah, jembatannya bagus," katanya.
Baca juga: Membentang tujuh km, jembatan Batam-Bintan direncanakan mulai dibangun 2019
Baca juga: Menteri PUPR: Presiden perintahkan bangun jembatan Batam-Bintan

Pewarta: Nikolas Panama
Editor: Muhammad Yusuf
COPYRIGHT © ANTARA 2020

Wabah Covid-19 tidak mengganggu proyek kereta cepat Bandung-Jakarta

Komentar menjadi tanggung jawab anda sesuai UU ITE

Komentar