ARKOM bantu Pemkab Donggala relokasi penyintas bencana secara mandiri

ARKOM bantu Pemkab Donggala relokasi penyintas bencana secara mandiri

ARKOM Indonesia, Sulawesi Tengah melatih warga penyintas bencana tsunami Desa Tanjung Padang, Kecamatan Sirenja, Donggala lewat pelatihan aplikator risha. ANTARA/Muhammad Hajiji/pri.

Palu (ANTARA) - ARKOM Indonesia, Sulawesi Tengah membantu Pemerintah Kabupaten Donggala, untuk merelokasi atau memindahkan warga lewat skema relokasi mandiri dalam bentuk kelompok.

"ARKOM melakukan pendampingan dalam relokasi skema relokasi mandiri dalam bentuk kelompok dan individual. Penyintas bencana Desa Tanjung Padang, Kecamatan Sirenja salah satu sasaran pendampingan," ucap Community Organaizer ARKOM Indonesia, Sulawesi Tengah Alfredo di Palu, Sabtu.

Alfredo menyebut, untuk Desa Tanjung Padang terdapat 34 kelompok atau keluarga penyintas bencana yang nantinya akan direlokasi secara mandiri.

Baca juga: ARKOM latih perempuan penyintas bencana Donggala berwirausaha

Ia menyebut 34 keluarga itu, saat ini telah membentuk tim pencari lahan (TPL) dan telah menemukan dua titik lokasi lahan yang rencananya akan menjadi lokasi relokasi.

"Tim ini dibentuk sendiri oleh warga didukung oleh pemerintah desa," kata Edo sapaan akrab Alfredo.

Dua titik lahan itu, urai dia masing-masing berukuran 1 hektare dan 800 meter persegi. Namun, lahan itu masih dalam tahap negosiasi.

"Masih dalam negosiasi mengenai harga jual tanah. Harga per meter dua lahan itu Rp50 ribu. Kami terus lakukan negosiasi dengan pemilik lahan," urai dia.

Letak lahan itu berjarak dengan laut masing-masing 1 - 2 kilometer. Karena itu, relokasi di lahan itu aman dari bencana, utamanya tsunami.

Baca juga: Jepang beri pinjaman Rp 3,5 triliun untuk infrastruktur Sulteng

Ia mengemukakan 34 keluarga penyintas bencana tsunami yang akan direlokasi, mereka adalah petani, nelayan, pegawai dan pedagang.

Direncanakan, akhir Februari 2020 akan dimulai pembangunan hunian tetap, model rumah panggung untuk 34 keluarga penyintas bencana tersebut.

Dalam proses pembangunan, kata Edo warga terlibat langsung membangun rumah masing-masing. Warga penyintas 34 keluarga itu telah dilatih di bengkel rumah instan sederhana sehat (Risha).

"Di situ warga dilatih bagaimana membangun rumah tahan gempa, pembesian, pengecoran dan pemasangan panel Risha," ungkapnya.

Pewarta: Muhammad Hajiji
Editor: Triono Subagyo
COPYRIGHT © ANTARA 2020

Dua Polisi tertembak di Mapolsek Sirenja Donggala

Komentar menjadi tanggung jawab anda sesuai UU ITE

Komentar