Populer sepekan, provokator demo banjir hingga klinik sel punca ilegal

Populer sepekan, provokator demo banjir hingga klinik sel punca ilegal

Unjuk rasa di depan Bali Kota DKI Jakarta di Jalan Medan Merdeka Selatan, Jakarta Pusat, Selasa (14/1/2020). ANTARA/Livia Kristianti/pri.

Jakarta (ANTARA) - Berita kriminalitas pada kanal Metro ANTARA yang menjadi sorotan sepekan, mulai dari temuan provokator saat aksi demo banjir di Balai Kota DKI Jakarta hingga klinik sel punca ilegal yang mematok harga ratusan juta.

Selain itu, kasus pelaporan anggota Polres Metro Jakarta Selatan mengenai tindak pidana pemerasan senilai Rp1 miliar dan pemeriksaan terhadap pramugari Garuda Siwi Widi menjadi perhatian publik.

Berita sepekan kriminalitas lainnya bisa Anda simak pada tautan berikut:

17 orang diduga provokator diamankan di Balai Kota Jakarta

Sebanyak 17 orang yang diduga provokator dalam giat aksi massa di Balai Kota Jakarta, Selasa, diamankan dan dimasukkan ke dalam mobil tahanan polisi.


IPW didesak minta maaf tuduhan polisi peras Rp1 miliar

Komisi Kepolisian Nasional (Kompolnas) mendesak Ketua Presidium Indonesia Police Watch (IPW) Neta S Pane meminta maaf secara terbuka terkait pemberitaan tuduhan Kasat Reskrim Polrestro Jakarta Selatan AKBP Andi Sinjaya Ghalib memeras Rp1 miliar kepada pelapor.

Sekali suntik, Klinik sel punca ilegal patok harga Rp230 juta

Klinik yang menjalankan praktik suntik sel punca (stem cell) secara ilegal di Kemang, Jakarta Selatan, mematok harga Rp230 juta atau sekitar 16.000 dolar AS untuk sekali suntik.


Pemeriksaan terhadap pramugari Garuda Siwi Widi batal

Pemeriksaan terhadap Siwi Widi batal dilakukan Polda Metro Jaya karena pramugari Garuda Indonesia itu tidak memenuhi panggilan penyidik dengan alasan sedang ada di luar negeri.


Pelapor bantah Kasat Reskrim Polrestro Jaksel minta uang Rp1 miliar

Pelapor Budianto membantah informasi terkait Kepala Satuan Reskrim Polres Metro Jakarta Selatan AKBP Andi Sinjaya Ghalib meminta uang Rp1 miliar untuk menangani laporan kasus.

Pewarta: Devi Nindy Sari Ramadhan
Editor: Sri Muryono
COPYRIGHT © ANTARA 2020

Garuda belum stop penerbangan ke negara terdampak Virus Corona

Komentar menjadi tanggung jawab anda sesuai UU ITE

Komentar