PDIP Kalbar survei calon yang akan diusung pada Pilkada 2020

PDIP Kalbar survei calon yang akan diusung pada Pilkada 2020

Ketua DPD PDI Perjuangan Kalbar, Lasarus (Rendra Oxtora)

Pontianak (ANTARA) - Ketua DPD PDI Perjuangan Kalimantan Barat, Lasarus mengatakan saat ini pihaknya sedang melakukan tahapan penjajakan dan survei untuk menentukan calon bupati dan wakil bupati yang akan diusung pada Pilkada 2020 pada tujuh kabupaten di Kalbar.

"Baru saja saya pulang dari Sintang untuk melakukan penjajakan terkait calon yang akan diusung PDI Perjuangan dalam Pilkada Serentak di Kalbar akhir tahun nanti. Tidak hanya ke Sintang, saya sendiri juga sebelumnya sudah ke Kapuas Hulu, Sekadau, Bengkayang, Sambas dan beberapa daerah lainnya yang akan melaksanakan pilkada tahun ini," kata Lasarus di Pontianak, Senin.

Pihaknya menargetkan pada bulan Februari nanti, DPD PDI Perjuangan Kalbar sudah bisa menyerahkan rekomendasi siapa saja yang akan di usung kepada DPP untuk selanjutnya ditentukan oleh DPP siapa yang akan diusung.

Lasarus mengungkapkan, dari kondisi politik yang ada saat ini, pada Pilkada serentak di tujuh kabupaten di Kalbar, PDI Perjuangan akan melakukan koalisi dengan partai lainnya, karena ada beberapa daerah, suara PDI Perjuangan tidak mencukupi untuk mengusung sendiri calon kepala daerah.

"Makanya, PDI Perjuangan harus menyesuaikan diri karena tidak bisa mencalonkan sendiri kecuali Sekadau yang bisa maju sendiri dan hasil pantauan dan pembicaraan ada beberapa parpol akan bergabung. Sementara yang sudah kita pastikan untuk calon yang diusung baru di Sekadau, yaitu pasangan petahana yang akan kembali maju," tuturnya.

Dirinya juga mengapresiasi Bupati Sekadau, Rupinus yang menyatakan akan menjadi kader PDI Perjuangan. Namun pihaknya sampai saat ini masih menunggu surat resmi pengunduran diri Rupinus dari Partai Demokrat.

"Informasi sementara katanya beliau akan bergabung dengan PDI Perjuangan. Namun, ini belum sampai sejauh itu, apakah yang bersangkutan mau bergabung dengan PDI Perjuangan tentu kita berterima kasih," katanya.

Dia menyatakan, pihaknya akan menjadikan Pilkada Serentak 2020 ini sebagai barometer dalam pemenangan Pemilu 2024 mendatang.

"Makanya kita akan menggunakan strategi politik yang baik, agar calon yang kita usung dan kita dukung bisa menang, karena ini akan menjadi barometer bagi kita untuk pemilu 2024 mendatang. Makanya kita tidak akan main-main," kata Lasarus.

Baca juga: Nasdem Kalbar diingatkan tidak main-main ajukan nama calon di Pilkada

Baca juga: Bawaslu Kalbar mulai petakan daerah rawan Pilkada

Baca juga: Tenaga Ahli DPD RI daftar calon Bupati Sambas

Pewarta: Rendra Oxtora
Editor: Yuniardi Ferdinand
COPYRIGHT © ANTARA 2020

Pemberi dan penerima uang di Pilkada sama-sama bisa dipidana

Komentar menjadi tanggung jawab anda sesuai UU ITE

Komentar