Gredu tawarkan platform digital administrasi sekolah

Gredu tawarkan platform digital administrasi sekolah

(Kiri-kanan) CTO Gredu Moch.Fachri, CEO Gredu Rizky Anies, COO Gredu Ricky Putra dan Chief on Biarding and Integration Gredu M. Arya Nugraha saat peluncuran platform administrasi sekolah Gredu di Jakarta, Senin (20/1/2020). (ANTARA/Natisha Andarningtyas)

Jakarta (ANTARA) - Perusahaan rintisan Gredu Indonesia menciptakan platform yang mendukung digitalisasi sekolah, terutama untuk urusan administrasi.

"Kami bertujuan improve schooling through engagement, memperbaiki kegiatan sekolah melalui keterlibatan para pihak sekolah," kata CEO Gredu, Rizky Anies, saat jumpa pers di Jakarta, Senin.

Gredu menyediakan empat produk utama berupa "School Management System", aplikasi administrasi untuk mengolah dan menyajikan data dan "Gredu Teacher" untuk membantu guru mengelola administrasi dan kegiatan murid, termasuk membuat soal ujian dan membuat perencanaan aktivitas belajar.

Baca juga: Kemendikbud akan bagikan 1,75 juta gawai ke sekolah

Baca juga: Bertemu pencipta aplikasi Gojek yang kini dirikan sekolah


Selain kedua produk di atas, platform ini juga memiliki "Gredu Student" agar murid bisa melihat nilai, absensi hingga jadwal belajar melalui ponsel. Aplikasi itu juga tersedia untuk orang tua murid, bernama Gredu Parent agar orang tua bisa memantau perkembangan dan aktivitas anak di sekolah.

Gredu, yang sudah beroperasi sejak 2018 menilai guru saat ini harus mengalokasikan waktu hingga 5 jam sehari untuk mengurus administrasi murid, termasuk memasukkan nilai.

Melalui aplikasi khusus guru Gredu Teacher, mereka mengklaim guru bisa menghemat waktu 2 jam untuk mengurus administrasi sehingga dapat lebih banyak mengurus kegiatan belajar-mengajar di sekolah.

Sementara bagi sekolah, platform ini dapat membantu sekolah mengambil keputusan melalui analisis big data yang disediakan.

Sistem Gredu dapat disesuaikan dengan kurikulum maupun kebutuhan sekolah tersebut. Salah satu yang ditawarkan untuk siswa, yakni akses ke e-book, dapat disesuaikan jika sekolah sudah mengadakan kerja sama dengan penerbit tertentu.

Gredu hingga saat ini sudah bekerja sama dengan 200 sekolah yang tersebar di lima provinsi, antara lain Jakarta, Banten dan Bangka Belitung. 70 persen sekolah yang menggunakan Gredu adalah sekolah negeri.

Baca juga: Pentingnya belajar sambil bermain saat balita

Baca juga: Berbagi konten Ramadhan secara live lewat platform digital

Baca juga: Fender Play, aplikasi belajar gitar dari Fender

Pewarta: Natisha Andarningtyas
Editor: Alviansyah Pasaribu
COPYRIGHT © ANTARA 2020

Kemenkes luncurkan aplikasi pendaftaran Poltekkes

Komentar menjadi tanggung jawab anda sesuai UU ITE

Komentar