Inalum dukung Pertamina bangun kilang minyak di Kuala Tanjung

Inalum dukung Pertamina bangun kilang minyak di Kuala Tanjung

Direktur Pelaksana Inalum Oggy Achmad Kosasih (Afut Syafril)

Kami dukung itu, karena bahan bakunya kami tersedia dan sangat dekat jaraknya dengan Pabrik Inalum, bisa menghemat biaya
Kuala Tanjung (ANTARA) - PT Inalum (Persero) mendukung PT Pertamina (Persero) membangun kilang minyak di Kuala Tanjung, Sumatera Utara, yang berdekatan dengan pabrik Inalum.

"Kami dukung itu, karena bahan bakunya kami tersedia dan sangat dekat jaraknya dengan Pabrik Inalum, bisa menghemat biaya," kata Direktur Pelaksana Inalum Oggy Achmad Kosasih di Kuala Tanjung, Sumatera Utara, Senin.

Baca juga: Capex induk BUMN tambang diproyeksikan mencapai Rp24 triliun tahun ini


Oggy mengaku mendengar informasi bahwa Pertamina akan membangun kilang minyak di sekitar Kuala Tanjung, namun ia mengaku belum ada koordinasi langsung dengan Pertamina ataupun informasi resmi dari perusahaan migas plat merah tersebut.

"Ya, saya dengar informasi itu, menurut saya kabar baik, namun saya belum ada informasi resmi langsung dari Pertamina, dan belum ada koordinasi apapun," kata Oggy.

Inalum sendiri menyatakan siap menyuplai bahan baku jika Pertamina membenarkan informasi tersebut, sebab kondisi infrastruktur di Kuala Tanjung sudah bagus.

Baca juga: Kementerian BUMN akan ubah kepengurusan anak perusahaan Inalum


Informasi yang dihimpun, ​​​guna menyuplay kebutuhan BBM PT Pelindo I di pelabuhan multifungsi Kuala Tanjung, di Kabupaten Batu Bara akan dilaksanakan pembangunan kilang minyak dan Petrokimia Pertamina.

Kilang minyak dan Petrokimia yang dibangun akan memproduksi sekitar 3.000 barel minyak per hari dan bersifat ramah lingkungan. Proyek Terminal Bahan Bakar Minyak (TBBM) diperkirakan menggunakan luas lahan 70 ha.

Baca juga: Pertamina--Inalum bangun pabrik bahan baku alumunium

​​​​​​​
Oggy Ahmad menjelaskan kerja sama dengan Pertamina sendiri, hingga saat ini PT Inalum masih pada pembangunan pabrik petrokimia yaitu pabrik pengolahan calcined petroleum coke (CPC) atau kokas.

Proyek tersebut berskema joint venture atau proyek patungan.CPC adalah bahan baku utama pembuatan anoda dalam proses peleburan aluminium di smelter Inalum.

Baca juga: Inalum cari mitra penyedia kelistrikan proyek smelter Kalimantan Utara

Pewarta: Afut Syafril Nursyirwan
Editor: Agus Salim
COPYRIGHT © ANTARA 2020

Arya Sinulingga jadi Komisaris Inalum

Komentar menjadi tanggung jawab anda sesuai UU ITE

Komentar