Papua Barat putus keterlibatan rekanan tangani beasiswa luar negeri

Papua Barat putus keterlibatan rekanan tangani beasiswa luar negeri

Kepala Dinas Pendidikan Provinsi Papua Barat, Barnabas Dowansiba (Antara/Toyiban)

Saat ini masih ada 37 mahasiswa yang kita biayai untuk menempuh pendidikan di Jerman,
Manokwari (ANTARA) - Pemerintah Provinsi Papua Barat memutuskan untuk berhenti memanfaatkan peran pihak ketiga sebagai rekanan dalam menangani program beasiswa luar negeri.

Kepala Dinas Pendidikan Papua Barat, Barnabas Dowansiba di Manokwari, Senin, menyebutkan, saat ini masih ada mahasiswa Papua Barat yang menempuh pendidikan di Jerman. Sebelumnya menyaluran biaya pendidikan tersebut dilakukan melalui sebuah yayasan bernama Papua Jerman.

"Saat ini masih ada 37 mahasiswa yang kita biayai untuk menempuh pendidikan di Jerman. Ada berbagai jurusan yang mereka ambil," ujarnya.

Setelah melepas kontrak kerja dengan Yayasan Papua Jerman, saat ini pembayaran dilakukan secara langsung dari kas daerah ke Jerman.

"Kami sudah lakukan uji coba pada APBD Perubahan tahun 2019 untuk mahasiswa yang belum terima pada tahun 2018, ternyata bisa dan prosesnya cukup cepat. Maka untuk tahun 2020 kami akan melakukan hal yang sama, saya lapor ke bapak gubernur," jelas Barnabas.

Selanjutnya, untuk memastikan kelancaran pendidikan 37 mahasiswa asal Papua Barat, sebut Dowansiba Pemprov Papua Barat akan menyurati kantor Kedutaan Indonesia di Jerman. Itu dilakukan agar mahasiswa memperoleh perlindungan serta bantuan pemerintah saat mengalami masalah terkait dokumen keiimigrasian.

"Selama ini kalau ada masalah seperti masa berlaku visa berakhir dan belum bisa diperpanjang karena masalah anggaran mereka langsung dipulang. Kedepan kami berharap, pemerintah melalui kantor kedutaan yang ada disana bisa membantu menfasilitasi sehingga adik-adik ini lebih tenang," sterang dia.

Ia menambahkan, Dinas pendidikan sudah memiliki data lengkap tentang jumlah serta nama mahasiswa yang berada di negara tersebut. Pemprov Papua Barat pada tahun 2020 menyiapkan anggaran sebesar 11 ribu Uero atau sekitar Rp166 juta untuk setiap orang pertahun.

"Dengan pengiriman langsung ke sana, kami yakin tidak akan ada lagi masalah keuangan bagi mahasiswa kita di sana," ucapnya.

Barnabas mengemukakan, Dinas Pendidikan tahun ini belum melakukan penambahan mahasiswa baru untuk program beasiswa luar negeri. Pihaknya sedang fokus untuk menuntaskan biaya pendidikan bagi mahasiswa yang ada saat ini.

Pewarta: Toyiban
Editor: Hendra Agusta
COPYRIGHT © ANTARA 2020

Jenazah Sertu Anumerta Ikrar Nainggolan tiba di Sorong

Komentar menjadi tanggung jawab anda sesuai UU ITE

Komentar