Mendes PDTT sebut 100 desa kerja sama dengan China, kembangkan UMKM

Mendes PDTT sebut 100 desa kerja sama dengan China, kembangkan UMKM

Dubes Cina untuk Indonesia Xiao Qian didampingi Mendes PDTT RI Abdul Halim Iskandar dan Bupati Sukabumi Marwan Hamami saat mengunjungi produk bunga Suji di Desa Sukajaya, Kecamatan/Kabupaten Sukabumi, Jabar. (Antara/Aditya Rohman)

Kerja sama ini merupakan implementasi dari hasil studi sejumlah kepala desa di Indonesia ke beberapa desa di China ...
Sukabumi, Jabar (ANTARA) - Menteri Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi (Mendes PDTT) Abdul Halim Iskandar mengatakan hingga saat ini sudah ada 100 desa di Indonesia yang melakukan kerja sama ekonomi dengan bidang Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM).

"Kerja sama ini merupakan implementasi dari hasil studi sejumlah kepala desa di Indonesia ke beberapa desa di China yang telah berhasil mengembangkan berbagai produk UMKM-nya, khususnya di sektor pertanian yang menjadi andalan Pemerintah China maupun Indonesia," kata Mendes PDTT Abdul Halim Iskandar saat kunjungan kerja di Sukabumi, Jawa Barat, Selasa.

Ia mengatakan sengaja mengajak langsung Dubes China untuk Indonesia Xiao Qian ke Desa Sukajaya, Kecamatan/Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat, yang kepala desanya berhasil mengimplementasikan pembelajaran yang didapat selama di China.

Melalui program tersebut kerja sama ini bisa semakin erat. Bahkan Dubes Cina tersebut menjanjikan langsung akan membangun hubungan sister village, di mana program desa di Indonesia akan dipertemukan dengan desa di China yang mempunyai kemiripan.

Baca juga: Dubes Cina datang ke Sukabumi, janjikan investasi di sektor pertanian

Setelah itu akan didatangkan investor yang sesuai dengan potensi dan komoditas di Desa Sukajaya dan desa lainnya di Indonesia, sehingga produk UMKM hasil kreativitas warga desa bisa diekspor atau dibawa ke China.

Mendes PDTT Abdul Halim Iskandar mengatakan pihaknya juga menginginkan kerja sama ini juga tidak hanya sebatas produk, tetapi juga peningkatan kualitas dan alih teknologi dari China dalam mengelola potensi desa.

"Di gelombang selanjutnya saya akan mendampingi sendiri dan akan mengajak bupati untuk melakukan studi di China, sehingga kerja sama ini tidak hanya desa dengan desa, tapi hingga kabupaten dengan kabupaten yang ada di Indonesia serta Cina," tambah.

Abdul mengatakan semua potensi yang ada di desa harus ditingkatkan baik dari sisi sumber daya manusia, sumber daya alam,  maupun teknologinya. 

Baca juga: Investasi China di Indonesia meroket, defisit perdagangan melebar
 

Pewarta: Aditia Aulia Rohman
Editor: Risbiani Fardaniah
COPYRIGHT © ANTARA 2020

Komentar menjadi tanggung jawab anda sesuai UU ITE

Komentar