Resensi film

"Start Up", kisah kocak menjadi dewasa dan mengenal jati diri

Oleh Maria Cicilia

"Start Up", kisah kocak menjadi dewasa dan mengenal jati diri

Poster film "Start Up" (ANTARA/Next Entertainment World)

Jakarta (ANTARA) - Film Korea selalu menyajikan kisah yang sederhana dan unik, tak heran jika film asal Negeri Gingseng ini begitu digemari dan dinanti oleh pada pecinta film.

Begitu juga dengan "Start Up", yang menawarkan cerita tentang pendewasaan, pencarian jati diri serta kepercayaan yang berbalut komedi namun tidak menghilangkan sisi drama.

Berkisah tentang seorang remaja berusia 18 tahun bernama Taek Il (Park Jung Min) yang selalu bertengkar dengan ibunya (Yum Jung Ah) hingga akhirnya dia memutuskan untuk kabur dari rumah dan mencari pekerjaan. Taek Il lalu pergi ke Gangwon meski tanpa tujuan yang jelas.

Taek Il akhirnya bekerja dan tinggal di restoran China sebagai pengantar makanan. Di sinilah dia berkenalan dengan Geo Seok (Ma Dong Seok atau yang dikenal dengan Don Lee), koki misterius bertubuh besar.

Sementara itu, sahabat Taek Il yakni Sang Pil (Jung Hae In) memilih bekerja sebagai penagih hutang. Awalnya memang terlihat mudah, pekerjaan tersebut tanpa disadari membawanya pada masalah besar yang melibatkan Taek Il dan ibunya.

Baca juga: "Ashfall" ditonton tujuh juta penonton di Korea Selatan

Baca juga: Tujuh film Korea yang ramai dibicarakan sepanjang 2019
 
Salah satu adegan dalam film "Start Up" (ANTARA/Next Entertainment World)


Film yang disutradarai oleh Choi Jeong Yeol ini sebenarnya mengadaptasi serial Webtoon karya Jo Geum San. Tema utama yang ditawaran tentu sebuah proses pendewasaan serta pencarian jati diri seseorang. Namun, Jeong Yeol juga membumbuinya dengan kisah persahabatan dan hubungan antara anak dan orangtua.

Semua karakter yang ada di "Start Up" memiliki problematika masing-masing. Bagaimana setiap tokoh menyelesaikan masalah dan mencari tahu apa yang sebenarnya diinginkan, digambarkan secara detail.

Kisah ini juga berbicara soal kepercayaan, kerasnya hidup dan pilihan yang tidak selalu menyenangkan hati orang lain. Bisa dibilang, semua yang terlibat dalam "Start Up" adalah tokoh utamanya.

Tak hanya itu, film ini menunjukkan bahwa menjadi dewasa bukanlah persoalan umur, akan tetapi cara bersikap saat menghadapi masalah besar. Seperti Taek Il yang dianggap kekanak-kanakan pada akhirnya justru lebih dewasa ketika berhadapan dengan masalah ibunya.

Baca juga: Jessica Alba akan bintangi film perang Korea?

Baca juga: Menonton film sendirian jadi tren di Korea Selatan

 
Salah satu adegan dalam film "Start Up" (ANTARA/Next Entertainment World)


Bukan film Korea namanya jika tidak ada unsur komedi, sepelik apapun masalah yang dihadapi, selalu ada hal yang bisa ditertawakan. Drama dan komedi dalam "Start Up" disajikan secara pas.

Saat sesi drama, terasa hangat dan menguras emosi. Namun ketika unsur komedi tiba, Anda bisa langsung terbahak-bahak tanpa memikirkan yang baru terjadi sebelumnya.

Kehadiran Don Lee membawa kesegaran tersendiri pada film ini. Karakter 'aneh' dan ekspresi datar yang dimainkannya mampu membuat penonton terpingkal. Siapa sangka di balik tubuh yang tinggi dan besar ini adalah penggemar grup idola TWICE, bahkan dia bisa ikut menari.

Di Korea, "Start Up" mampu mengantongi 2 juta penonton di hari kesebelas penayangannya. Film ini tidak hanya tentang proses pencarian jati diri, namun ada hal yang bisa dipetik, salah satunya bagaimana cara berkomunikasi antara anak dan orangtua.

"Start Up" tayang di bioskop CGV dan Cinemaxx seluruh Indonesia mulai hari.

Baca juga: Drama Korea populer di Indonesia, apa pendapat Kang Sora?

Baca juga: Alasan film "Cinta Itu Buta" berlatarkan Korea Selatan

Baca juga: Film animasi Korea "The Underdog" diekspor juga ke Indonesia

Oleh Maria Cicilia
Editor: Alviansyah Pasaribu
COPYRIGHT © ANTARA 2020

Komentar menjadi tanggung jawab anda sesuai UU ITE

Komentar