Kemarin, kebakaran Pondok Gontor sampai tuntutan pelajar bunuh begal

Kemarin, kebakaran Pondok Gontor sampai tuntutan pelajar bunuh begal

Ketua KPK Firli Bahuri (kiri) memberikan nasi goreng hasil masakannya kepada Ketua Dewan Pengawas KPK Tumpak Hatorangan Panggabean (kanan) di sela-sela Silaturahmi Pimpinan KPK dan Dewan Pengawas KPK di gedung KPK, Jakarta, Senin (20/1/2020). ANTARA FOTO/M Risyal Hidayat/wsj. (ANTARA FOTO/M RISYAL HIDAYAT/ANTARAFOTO)

Jakarta (ANTARA) - Beberapa berita hukum kemarin (Selasa 21/1) menjadi perhatian pembaca dan masih menarik untuk dibaca kembali, dari penyebab kebakaran yang melanda bangunan Pondok Modern Gontor Kampus 2 di Desa Madusari, Kecamatan Siman, Kabupaten Ponorogo, Jawa Timur hingga tuntutan pelayang yang membunuh begal

Berikut lima berita hukum kemarin yang masih menarik untuk dibaca kembali:

Kebakaran Pondok Gontor di Ponorogo diduga akibat korsleting listrik

Kepolisian Resor (Polres) Ponorogo menyatakan penyebab kebakaran yang melanda bangunan Pondok Modern Gontor Kampus 2 di Desa Madusari, Kecamatan Siman, Kabupaten Ponorogo, Jawa Timur, diduga akibat korsleting listrik.

Selengkapnya baca di sini

Ketua KPK tak permasalahkan kritik dari Bambang Widjojanto

Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Firli Bahuri tak mempermasalahkan kritik yang dilontarkan mantan pimpinan KPK Bambang Widjojanto soal memasak nasi goreng.

Selengkapnya baca di sini

Kritik Firli, Bambang Widjojanto sebut yang digoreng harusnya koruptor

Mantan anggota Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Bambang Widjojanto mengkritik Ketua KPK Firli Bahuri dengan menyebut bahwa yang seharusnya 'digoreng' bukanlah nasi, melainkan koruptor.

Selengkapnya baca di sini

Polisi gandeng budayawan untuk cari titik terang "Sunda Empire"

Kabidhumas Polda Jawa Barat, Kombes Pol Saptono Erlangga, mengatakan pihaknya bakal menggandeng budayawan dalam rangka mencari titik terang atas keberadaan kerajaan fiktif "Sunda Empire" di Bandung.

Selengkapnya baca di sini

Pelajar bunuh begal dituntut hukuman pembinaan satu tahun

Seorang pelajar Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) di Kabupaten Malang, Jawa Timur, berinisial ZA berusia 17 tahun yang diduga membunuh seorang begal atau pelaku perampasan dituntut hukuman pidana pembinaan dalam lembaga selama satu tahun.

Selengkapnya baca di sini

Pewarta: Boyke Ledy Watra
Editor: Kunto Wibisono
COPYRIGHT © ANTARA 2020

Pemerintah ingatkan partisipasi warga dalam social distancing 

Komentar menjadi tanggung jawab anda sesuai UU ITE

Komentar