Sebanyak 10 perusahaan Indonesia kembangkan megaproyek di Kongo

Sebanyak 10 perusahaan Indonesia kembangkan megaproyek di Kongo

Beberapa lima CEO BUMN berkolaborasi dengan TSG Group untuk ekspansi bisnis ke Republic Democratic of Congo (RDC), Afrika. ANTARA/Afut Syafril/pri.

Skema kolaborasi atau kerja sama yang dilakukan berupa operasi bersama bisnis
Jakarta (ANTARA) - The Sandi Group (TSG) Global Holdings bersama entitas bisnisnya yakni PT TSG Utama Indonesia dan Titan Global Capital Pte Ltd menggandeng 10 perusahaan Indonesia untuk berkolaborasi melakukan ekspansi bisnis ke megaproyek Republik Demokratik Kongo (DRC), Afrika.

Ke 10 perusahaan Indonesia dimaksud meliputi PT WIJAYA KARYA (Persero) Tbk. (WIKA), PT Industri Kereta Api/INKA (Persero), PT Len Industri (Persero), PT Dirgantara Indonesia (Persero), PT Merpati Nusantara Airlines (Persero), PT Naga Putih Nusantara (NPN) dan PT Nabati Agro Sumatera (NAS), PT Widodo Makmur Unggas (WMU), PT LMP Property & Construction dan PT Aero Bahteranusa Palapa (ABP).

"Skema kolaborasi atau kerja sama yang dilakukan berupa operasi bersama bisnis. Ada beberapa juga yang kerja sama perusahaan, terutama dengan pihak swasta," kata CEO TSG Global Holdings, Rubar Sandi dalam jumpa persnya di Hotel The Ritz Carlton Jakarta, Rabu.

Kolaborasi ini merupakan tindaklanjut dari kegiatan Indonesia Africa Forum (IAF) 2018 dan Asia Africa Infrastructure Dialogue 2019 yang dihelat di Bali.

Saat itu, Indonesia dan Afrika bersepakat untuk menjajaki pengembangan bisnis baru di sektor industri strategis, infrastruktur, pembiayaan, pertambangan, tekstil, pemeliharaan pesawat dan perdagangan komoditas.

Turut hadir dalam kesempatan ini CEO TSG Indonesia Syaiful Idham, CEO Titan Global Capital - Gerry Loke, Direktur Utama (Dirut) WIKA Tumiyana, Dirut INKA Budi Noviantoro, Dirut PTDI Elfien Goentoro, Dirut MNA Asep Ekanugraha, dan Direktur Operasional LEN Linus Andor Mulana Sijabat.

Di DRC, TSG Global Holdings bersama WIKA, dan Len akan mengerjakan pembangunan electric solar panel berkapasitas 200 Megawatt (MW). Proyek ini juga akan berkolaborasi dengan Sunplus S.A.R.L. Di samping itu, WIKA juga tidak menutup kemungkinan akan mengerjakan proyek pembangunan Bendungan (Water Dam) di DRC.

Baca juga: Waskita Karya terus perluas bisnis luar negeri
Baca juga: Holding BUMN karya ditakutkan mendominasi dan gusur kontraktor kecil

Pewarta: Afut Syafril Nursyirwan
Editor: Ahmad Wijaya
COPYRIGHT © ANTARA 2020

BUMN dengarkan keluhan karyawan Pos Indonesia

Komentar menjadi tanggung jawab anda sesuai UU ITE

Komentar