Pelaku logistik apresiasi rencana pembentukan holding BUMN pelabuhan

Pelaku logistik apresiasi rencana pembentukan holding BUMN pelabuhan

Ilustrasi - Pelabuhan yang merupakan sarana penting dalam aktivitas ekspor-impor dari suatu negara. (en.wikipedia.org)

yang terpenting adalah pelayanan meningkat sehingga pengguna jasa merasakan biaya pelayanan yang lebih efisien dari sisi waktu dan biaya
Jakarta (ANTARA) - Kalangan pelaku usaha logistik menyambut baik rencana pemerintah membentuk holding BUMN pelabuhan sebagai upaya memacu kualitas pelayanan kepelabuhanan agar lebih murah dan efisien.

“Sekarang yang terpenting pelayanan meningkat sehingga pengguna jasa merasakan biaya pelayanan yang lebih efisien dari sisi waktu dan biaya," ujar Wakil Ketua Umum Bidang Logistik dan Pergudangan Asosiasi Logistik dan Forwarder Indonesia (ALFI) DKI Jaya Harry Sutanto di Jakarta, Rabu.

Baca juga: Dirut PT Pelindo IV dukung Menteri BUMN tinjau holding pelabuhan


Ia meminta peningkatan kualitas layanan tidak hanya terfokus di pelabuhan utama seperti Tanjung Priok tapi juga harus diterapkan di semua pelabuhan di Indonesia. 

Dia menegaskan pembentukan holding ini pada dasarnya merupakan langkah baik karena dapat mendukung pengembangan bisnis model industri pelabuhan.

Keberadaan holding, kata dia, juga diharapkan dapat mengintegrasikan bisnis pelabuhan secara nasional, dengan penerapan standarisasi sistem operasional, infrastruktur hingga kualitas SDM.

Mengenai siapa yang layak menjadi induk dari holding tersebut, Harry mengatakan hal itu harus dilihat dari kinerja dan prestasi yang ada selama ini.

Menurut dia, hal itu tak bisa diukur dari seberapa banyak pelabuhan yang dikelola, tapi lihat dari kinerja dan pengembangan yang sudah mereka lakukan selama ini.

Baca juga: Kementan-Pelindo sinergi genjot ekspor tiga kali lipat


“Orang-orang yang ditempatkan di holding juga harus punya rekam jejak yang bagus,” jelas Harry.

Saat ini, bisnis kepelabuhanan di Indonesia terbagi dalam empat wilayah di bawah pengelolaan empat BUMN kepelabuhanan, yakni Pelindo I, Pelindo II, Pelindo III dan Pelindo IV.

Pelindo I mengelola 16 cabang pelabuhan di empat provinsi, yaitu Aceh, Sumatera Utara, Riau dan Provinsi Kepulauan Riau.

Sementara Pelindo II atau IPC mengoperasikan 12 pelabuhan yang terletak di 10 provinsi Indonesia, yang berkantor pusat di Tanjung Priok, Jakarta.

Baca juga: Pelindo IV siapkan konsolidasi kargo dukung pelayaran langsung
​​​​​​​


Pelindo III mengelola 43 pelabuhan di tujuh provinsi Indonesia. Sedangkan Pelindo IV mengelola 27 pelabuhan di wilayah timur Indonesia.

Menteri BUMN Erick Thohir telah membentuk tim percepatan peningkatan sinergi dan integrasi BUMN dalam layanan pelabuhan.

Erick menunjuk Direktur Utama Pelindo II Elvyn G Masassya sebagai Ketua Tim Kerja Sinergi dan Integrasi BUMN Pelabuhan, guna melakukan kajian lebih lanjut terkait pembentukan holding, yang ditargetkan selesai pada akhir tahun ini.

Baca juga: Pelindo IV segera datangkan crane untuk Pelabuhan Kendari dan Ternate
 

Pewarta: Hanni Sofia
Editor: Agus Salim
COPYRIGHT © ANTARA 2020

Pelindo II optimistis jadi induk holding BUMN Pelabuhan

Komentar menjadi tanggung jawab anda sesuai UU ITE

Komentar