PKK Sulsel berangkatkan guru PAUD studi banding ke Jepang

PKK Sulsel berangkatkan guru PAUD studi banding ke Jepang

Ketua PKK Sulsel Lies F. Nurdin melantik Ketua TP PKK Kabupaten Pinrang Sri Widiyati sebagai Bunda PAUD Kabupaten Pinrang, Rabu (22/1/2020) .ANTARA/HO/Humas Pemprov Sulsel

Makassar (ANTARA) - Ketua Tim Penggerak PKK Provinsi Sulsel Lies F. Nurdin menyatakan kesiapan memberangkatkan beberapa guru PAUD untuk melakukan studi banding tentang metode pendidikan dan pengasuhan anak PAUD ke Jepang.

Lies F. Nurdin di Pinrang, Rabu, mengatakan satu guru PAUD perwakilan masing-masing daerah akan dipilih untuk belajar tentang PAUD di "Negeri Matahari Terbit" itu.

"Jepang dengan tradisi pembelajaran yang berkualitas menjadikan PUAD yang ada di sana sebagai contoh PAUD terbaik di dunia, untuk itu kita akan kembali memberangkatkan para guru PAUD dari setiap daerah di Sulsel untuk belajar seperti apa metode pendidikan dan pembelajaran PAUD di Jepang," katanya pada acara pelantikan Ketua TP PKK Kabupaten Pinrang Sri Widiyati sebagai Bunda PAUD kabupaten setempat.

Lies Nurdin yang juga Bunda PAUD Sulsel itu, telah memberangkatkan 28 guru PAUD dari berbagai daerah untuk melakukan studi banding ke Jepang pada gelombang pertama, Juni 2019.

Istri Gubernur Sulsel itu, menjelaskan dengan menimba ilmu di Jepang, diharapkan metode pendidikan bagi anak usia dini yang diterapkan di "Negara Sakura" tersebut mampu menjadi acuan dalam menerapkan dan mengembangkan pendidikan PAUD di Sulsel.

Dalam kesempatan itu, Lies menekankan keberadaan PAUD untuk mengoptimalkan tumbuh kembang dan proses penyerapan pengetahuan pada masa emas pertumbuhan anak.

"Otak anak bagai spons, menyerap 100 persen apa yang disampaikan, apa yang ada di sekelilingnya, untuk itu keberadaan PAUD dapat membantu mengarahkan dan menstimulasi perkembangan pengetahuan anak," ujarnya.

Baca juga: JPPI: Penghapusan PAUD Dikmas matikan pembelajaran sepanjang hayat
Baca juga: Mendikbud tekankan pentingnya kualitas interaksi guru-murid di PAUD

Pewarta: Abdul Kadir
Editor: M. Hari Atmoko
COPYRIGHT © ANTARA 2020

Desa Sampulungan terancam abrasi parah

Komentar menjadi tanggung jawab anda sesuai UU ITE

Komentar