Setiap pelaku utama baik nelayan, pembudidaya, pengolah ikan, harus memanfaatkan kompetensi
Jakarta (ANTARA) - Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) melalui Badan Riset dan SDM Kelautan dan Perikanan terus berupaya meningkatkan kapasitas pelaku usaha sektor perikanan salah satunya dengan menggencarkan pelatihan diversifikasi pengolahan ikan bagi nelayan dan pembudidaya.

"Setiap pelaku utama baik nelayan, pembudidaya, pengolah ikan, harus memanfaatkan kompetensi yang telah dipelajari dan aktif mengembangkan diri sendiri sehingga mampu bersaing dan meningkatkan usaha yang dijalankan," ucap Kepala Pusat Pelatihan dan Penyuluhan Kelautan dan Perikanan Lilly Aprilya Pregiwati, dalam siaran pers di Jakarta, Kamis.

Lilly juga menyampaikan penguatan SDM dan inovasi riset kelautan dan perikanan menjadi salah satu kebijakan pembangunan kelautan dan perikanan tahun 2020-2024.

Oleh karena itu, ujar dia, KKP telah menyiapkan program prioritas terkait SDM, di antaranya pendidikan vokasi berbasis entrepreneurship atau kewirausahaan.

Baca juga: UGM: bisnis tepung tulang ikan Indonesia capai triliunan rupiah per tahun

Kemudian, lanjutnya, pelatihan teknis untuk masyarakat, sertifikasi kompetensi pelaku utama, digitalisasi pelatihan dan penyuluhan, serta hilirisasi hasil inovasi dan riset.

Ia menambahkan terkait digitalisasi penyuluhan, KKP terpilih menjadi salah satu pusat percontohan Aparatur Sipil Negara (ASN) bekerja secara mobile dari rumah dengan sistem kerja Smart Office.

Salah satu contoh penerapannya yaitu pada jabatan fungsional penyuluh perikanan. Setiap kinerjanya akan dipotret melalui sistem aplikasi e-Penyuluh berbasis web dan mobile.

"Melalui aplikasi ini diharapkan penyuluh perikanan juga mampu meningkatkan kapasitas melalui teknologi informasi dan komunikasi untuk kelancaran tugas di lapangan," paparnya.

Baca juga: KKP - FAO kembangkan unit pengolahan Ikan pindang higienis

 

Pewarta: M Razi Rahman
Editor: Risbiani Fardaniah
Copyright © ANTARA 2020