Wamen PUPR janji percepat perbaikan fasilitas pasca bencana di Sangihe

Wamen PUPR janji percepat perbaikan fasilitas pasca bencana di Sangihe

Wamen PUPR John Wempi Wetipo (kedua dari kiri) bersama Bupati Sangihe Jabes Ezar Gaghana (kanan) di lokasi bencana Tamako, Sangihe. ANTARA/HO

Jalan dan jembatan serta fasilitas air bersih yang rusak akibat bencana akan segera diperbaiki
Sulut, Tahuna (ANTARA) - Wakil Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (Wamen PUPR) John Wempi Wetipo berjanji mempercepat realisasi anggaran untuk perbaikan fasilitas umum yang rusak akibat bencana banjir dan longsor di Kabupaten Sangihe, Sulawesi Utara.

"Kami segera menyiapkan anggaran untuk memperbaiki semua fasilitas umum yang rusak akibat bencana di Sangihe," kata John Wempi Wetibo di Tahuna, Sangihe, Kamis.

Menurut Wamen PUPR, fasilitas umum yang segera diperbaiki ialah jembatan dan jalan serta jaringan air bersih.

"Jalan dan jembatan serta fasilitas air bersih yang rusak akibat bencana akan segera diperbaiki," kata Wetipo.

Baca juga: Pemerintah diimbau Komisi IX DPR segera perbaiki fasum rusak Sangihe

Menurut Wetipo, setibanya di Jakarta akan segera dilaporkan kepada Menteri PUPR tentang kondisi terkini di Kabupaten Sangihe.

"Kami akan segera laporkan kepada pak Menteri PUPR apa yang dibutuhkan pemerintah Sangihe pasca bencana alam," kata dia.

John Wetipo berkenan meninjau lokasi bencana banjir di kampung Lebo dan di kampung Ulung Peliang Tamako.

Baca juga: PLN Koordinasi BNPB bantu pemulihan usai bencana Sangihe

Wamen PUPR di dampingi Bupati Kepulauan Sangihe Jabes Ezar Gaghana juga memberikan bantuan untuk korban bencana banjir dan longsor di kampung Lebo serta Ulung Peliang Tamako. Banjir dan longsor di Kabupaten Kepulauan Sangihe, Sulawesi Utara Jumat (3/1), menyebabkan setidaknya 76 rumah rusak, kata Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Kepulauan Sangihe, Rivo Pudihang.

Rivo mengatakan, rumah yang rusak itu terjadi di beberapa kampung seperti Ulungpeliang, Lebo, Sesiwung, Belengan, Barangkalang dan Hiung.

Baca juga: Di lokasi bencana banjir Kabupaten Sangihe ditanami ribuan pohon

Sementara yang terjadi di wilayah kecamatan Tamako hanya terjadi di Kampung Ulungpeliang dengan jumlah kerusakan rumah mencapai 31 unit. "Sedangkan di wilayah Kecamatan Manganitu ada lima kampung dengan total 45 rumah," kata dia.

Dari 76 rumah itu, Rivo menjelaskan jumlah yang rusak berat sebanyak 56 rumah dan rusak sedang 8 rumah serta rusak ringan 12 rumah.

"Kami tetap berkoordinasi dengan pemerintah pusat dan provinsi untuk penanganan rumah yang rusak akibat bencana alam ini," kata dia.

Baca juga: Pemerintah siapkan dana perumahan bagi korban bencana di Sangihe
Banjir dan longsor di Kabupaten Kepulauan Sangihe, Sulawesi Utara pada Jumat, 3 Januari 2020 menyebabkan setidaknya 76 rumah rusak. Hal itu disampaikan oleh Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Kepulauan Sangihe, Rivo Pudihang. "Berdasarkan data yang kami himpun, tercatat ada 76 rumah yang rusak akibat bencana alam di Sangihe awal Januari 2020 ini," kata Rivo seperti dilansir Antara. Rivo mengatakan, rumah yang rusak itu terjadi di beberapa kampung seperti Ulungpeliang, Lebo, Sesiwung, Belengan, Barangkalang dan Hiung. Sementara yang terjadi di wilayah kecamatan Tamako hanya terjadi di Kampung Ulungpeliang dengan jumlah kerusakan rumah mencapai 31 unit. "Sedangkan di wilayah Kecamatan Manganitu ada lima kampung dengan total 45 rumah," kata dia. Dari 76 rumah itu, Rivo menjelaskan jumlah yang rusak berat sebanyak 56 rumah dan rusak sedang 8 rumah serta rusak ringan 12 rumah.

Baca selengkapnya di artikel "Banjir dan Longsor di Kepulauan Sangihe Sebabkan 76 Rumah Rusak", https://tirto.id/ero1

Pewarta: Jerusalem Mendalora
Editor: Faisal Yunianto
COPYRIGHT © ANTARA 2020

Komentar menjadi tanggung jawab anda sesuai UU ITE

Komentar