Masih dilanda kekeringan, shalat minta hujan digelar di Aceh Besa

Masih dilanda kekeringan, shalat minta hujan digelar di Aceh Besa

Masyarakat Aceh Besar, Provinsi Aceh melaksanakan shalat minta hujan (istisqa) di Desa Siron, Kecamatan Ingin Jaya, Kabupaten Aceh Besar, Kamis (23/1/2020). (FOTO ANTARA/Khalis)

Beberapa pekan terakhir kondisi wilayah Aceh Besar mengalami musim kemarau sehingga menyebabkan kekeringan di sebagian sumber air, areal persawahan, dan sungai-sungai di Aceh Besar
Banda Aceh (ANTARA) - Bupati Aceh Besar Mawardi Ali, warga, ulama dan dan para aparatur sipil negara (ASN) di lingkungan Pemerintah Kabupaten Aceh Besar, Provinsi Aceh melaksanakan shalat istisqa atau shalat meminta hujan karena kekeringan masih melanda sejumlah wilayah di kabupaten setempat.

Pelaksanaan shalat istisqa itu berlangsung di lapangan sepak bola gampong (desa) Siron, Kecamatan Ingin Jaya, Kabupaten Aceh Besar, Kamis.

Bupati Aceh Besar Mawardi Ali mengatakan beberapa pekan terakhir kondisi wilayah Aceh Besar mengalami musim kemarau sehingga menyebabkan kekeringan di sebagian sumber air, areal persawahan, dan sungai-sungai di Aceh Besar.

"Hari ini kita bersama ulama dan masyarakat kita untuk melaksanakan shalat istisqa, mudah-mudahan Allah SWT memberi kita bisa turun hujan dan tanaman padi kita kembali baik," katanya.

Dia menyebutkan Aceh Besar memiliki lahan pertanian dengan luas sekitar 29 ribu hektare.

Namun, dalam kondisi masih kekeringan saat ini beberapa irigasi di kabupaten setempat belum maksimal untuk mengaliri air ke areal persawahan, bahkan kondisi debit air irigasi juga berkurang.

Ia mengatakan pada 2020 ini irigasi Krueng Aceh hanya mampu mengaliri air ke areal persawahan dengan luas 6.000 hektare. Sedangkan dalam perencanaan irigasi itu akan mengaliri seluas 8.000 hektare, sedangkan 2.000 hektare sisanya mengalami kekeringan.

"Kemudian irigasi Krueng Jreu (untuk lahan) sekitar 1.500 hektare juga kering. Di samping itu juga banyak di daerah Seulimum, Baitussalam, Darussalam yang memang tidak ada air irigasi. Untuk tanaman rendengan, musim hujan ini yang semuanya bisa gagal kalau tidak ada hujan," katanya.

Sejauh ini, kata dia, Pemkab Aceh Besar juga telah melakukan berbagai upaya untuk mengatasi kekeringan ini. Namun karena kondisi debit air irigasinya memang kurang karena tidak ada hujan.

"Kemudian upaya kita membagikan mesin pompa dimana ada sumber air itu bisa ditarik dengan mesin, tapi tentu kalau air tidak juga ya tidak bisa," demikian Mawardi Ali.

Baca juga: Petani Aceh Besar gagal panen akibat kekeringan

Baca juga: Masyarakat Aceh Besar laksanakan shalat minta hujan

Baca juga: Kemarau panjang, Pemkab Aceh Besar instruksikan Shalat Istisqa

Pewarta: Khalis Surry
Editor: Andi Jauhary
COPYRIGHT © ANTARA 2020

Dinkes Aceh terima 1.000 paket alat kebersihan dan disinfeksi

Komentar menjadi tanggung jawab anda sesuai UU ITE

Komentar