PM Singapura: Virus Wuhan tak terlalu mematikan seperti SARS

PM Singapura: Virus Wuhan tak terlalu mematikan seperti SARS

Pasar Huanan, Wuhan, tempat pertama kali ditemukannya virus corona jenis baru yang menyebabkan 617 orang terkena pneumonia berat dan 17 di antaranya tewas. (ANTARA/HO-yehuoqingnian/mii/h-fdh)

MOH (Kementerian Kesehatan) sekarang sudah menjalankan rencana memerangi penyebaran virus itu, yang sejauh ini tampaknya tidak terlalu mematikan seperti SARS
Singapura (ANTARA) - Perdana Menteri Singapura Lee Hsien Loong mengatakan, Jumat, Singapura siap menangani virus flu Wuhan dan bahwa virus tersebut tampaknya tidak terlalu mematikan dibandingkan dengan wabah Sindrom Pernapasan Akut Berat (SARS) tahun 2003.

Negara kota di Asia Tenggara itu, yang merupakan pusat perjalanan global, pada Kamis (23/1) memastikan kemunculan kasus pertama virus corona baru, yang berasal dari China. Satu kasus lainnya untuk sementara juga dinyatakan positif.

Singapura pernah mengalami wabah SARS hingga 33 orang meninggal dan menjadikannya sebagai salah satu negara di luar China yang paling parah terpapar penyakit tersebut.

"Kita sudah sangat siap, karena kita sudah pernah berjaga-jaga menghadapi situasi seperti itu sejak kita mengalami SARS pada 2003," kata Lee Hsien Loong saat menyampaikan pidato tahunan dalam rangka menyambut Tahun baru China.

"MOH (Kementerian Kesehatan) sekarang sudah menjalankan rencana memerangi penyebaran virus itu, yang sejauh ini tampaknya tidak terlalu mematikan seperti SARS."

Sumber: Reuters

Baca juga: Singapura pastikan kemunculan kasus pertama virus covona

Baca juga: Jepang, Korsel pastikan kasus kedua virus corona

Baca juga: Korban meninggal akibat virus corona bertambah jadi 25 orang

Penerjemah: Tia Mutiasari
Editor: Fardah Assegaf
COPYRIGHT © ANTARA 2020

Mengintip Pulau Sebaru Kecil, kawasan observasi ABK World Dream

Komentar menjadi tanggung jawab anda sesuai UU ITE

Komentar