Banjir kembali melanda Kabupaten Bandung

Banjir kembali melanda Kabupaten Bandung

Banjir melanda sejumlah kecamatan di wilayah Kabupaten Bandung. ANTARA/Bagus Ahmad Rizaldi

Banjir yang paling parah terjadi di Desa Dayeuhkolot, Kecamatan Dayeuhkolot dengan tinggi muka air hingga 140 centimeter
Bandung (ANTARA) - Banjir kembali melanda empat kecamatan di wilayah Kabupaten Bandung, akibat hujan deras yang melanda sebagian besar wilayah tersebut sejak Kamis (23/1) sore.

Kepala Bidang Kedaruratan Logistik Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Bandung Enjang Wahyudin di Bandung Jumat mengatakan banjir melanda Kecamatan Dayeuhkolot, Kecamatan Baleendah, Kecamatan Bojongsoang, dan Kecamatan Rancaekek.

Baca juga: DPRD Jabar-PT KCIC bertemu membahas banjir di Kab Bandung Barat

"Banjir yang paling parah terjadi di Desa Dayeuhkolot, Kecamatan Dayeuhkolot dengan tinggi muka air hingga 140 centimeter," kata Enjang.

"Akibat intensitas hujan yang tinggi hampir merata di wilayah Kabupaten Bandung, dan Kota Bandung, lalu suplay air lebih dominan dari Sungai Citarum dan Cikapundung," kata dia.

Baca juga: Kolam Retensi Andir di Kabupaten Bandung mulai dibangun tahun ini

Menurutnya sejak Kamis (23/1) banjir sudah terjadi di beberapa wilayah. Namun, kata dia, air kembali meningkat setelah hujan deras yang hampir merata di Kabupaten Bandung.

Baca juga: Tim SAR Bandung terjunkan tiga tim bantu penanganan banjir Jabodetabek

Dari peristiwa tersebut, pihaknya mendata dari dua kecamatan ada sejumlah warga yang mengungsi.

Dia mengatakan jumlah pengungsi ada sebanyak 32 kepala keluarga yang terdiri dari 98 jiwa, 11 lansia, 9 balita, dan 1 bayi.

"Personil BPBD melakukan asesment dan evakuasi warga dan sebagian siaga di posko lapangan (pengungsian di gedung eks Inkanas Dayeuhkolot)," katanya.

Selain itu, banjir juga memutus akses jalan raya di Jalan Andir-Katapang. Baik kendaraan roda empat dan kendaraan roda dua, menurut Enjang tidak bisa melalui jalan tersebut.

Pewarta: Bagus Ahmad Rizaldi
Editor: Heru Dwi Suryatmojo
COPYRIGHT © ANTARA 2020

Kilas NusAntara Sore

Komentar menjadi tanggung jawab anda sesuai UU ITE

Komentar