Gajah sumatera di TWA Buluh Cina bunting untuk pertama kali

Gajah sumatera di TWA Buluh Cina bunting untuk pertama kali

Pemeriksaan gajah sumatera Ngatini yang sedang mengandung di TWA Buluh Cina, Provinsi Riau. (ANTARA/HO-BBKSDA Riau)

Pekanbaru (ANTARA) - Gajah sumatera jinak bernama Ngatini yang ditempatkan di Taman Wisata Alam Buluh Cina, Provinsi Riau, dinyatakan bunting dan merupakan pertama kali terjadi di tempat tersebut.

"Gajah betina dewasa berumur 20 tahun yang hidup di kawasan konservasi TWA Buluh Cina bernama Ngatini itu dinyatakan positif hamil dengan perkiraan usia kandungan lebih dari empat bulan," kata Kepala Balai Besar Konservasi Sumber Daya Alam (BBKSDA) Riau, Suharyono di Pekanbaru, Jumat.

Ia menjelaskan Ngatini bersama pasangannya Robin, gajah jantan 22 tahun, didatangkan dari Pusat Latihan Gajah Riau di Minas sekitar bulan Maret 2017 untuk menarik wisatawan berkunjung ke TWA Buluh Cina.

"Tentu saja kabar kehamilan Ngatini yang disampaikan drh. Tika dari tim medis satwa PR-HSD sangat menggembirakan bagi yang mendengarnya," ujarnya.

Baca juga: Gajah sumatera liar di Riau dipasang kalung GPS untuk cegah konflik

Baca juga: BBKSDA Riau pertanyakan progres terowongan gajah Tol Pekanbaru-Dumai

Baca juga: Bayi gajah sumatera terjerat lagi di konsesi HTI di Riau


Kabar ini disampaikan sesaat setelah dilakukan pemeriksaan kehamilan dengan menggunakan alat medis USG. Pengecekan dilakukan bersamaan dengan peninjauan lokasi Gajah Robin dan Ngatini oleh Kepala Balai Besar KSDA Riau, Suharyono dan Direktur Yayasan Arsari Djojohadikusumo, Ari Catrini.

Untuk pengecekan awal ini belum didapatkan jenis kelamin janin dikarenakan saat pemeriksaan Ngatini terlihat kurang nyaman dan tidak tenang sehingga pemeriksaan rencananya akan dilanjutkan pemeriksaan lanjutan.

"Semoga Ngatini dan janinnya selalu sehat sampai kelahirannya sehingga dapat menambah jumlah populasi satwa Gajah di Provinsi Riau," kata Suharyono.

Humas BBKSDA Riau, Dian Indriati menambahkan dengan kehamilan tersebut, Ngatini tidak akan dikasih susu, melainkan akan diberikan vitamin dan makanan yang cukup dan bergizi. Ia mengatakan ini baru pertama kali gajah di TWA Buluh Cina bunting, sehingga program membawa Gajah ke TWA Buluh Cina berhasil dalam pengembangbiakan selain untuk menarik wisatawan.

"Alhamdulillah dapat menunjukkan hasilnya. Sedangkan jumlah seluruh Gajah Sumatera di Provinsi Riau otomatis akan bertambah dengan adanya kelahiran yang diharapkan berjalan dengan lancar," kata Dian.*

Baca juga: Dekat markas polisi di Mandau, dua gajah sumatera liar berkeliaran

Baca juga: Kemunculan induk-anak gajah sumatera liar hebohkan warga Riau

Baca juga: Forum Gajah: Pembunuh gajah di Riau dan Aceh masih satu kelompok

Pewarta: FB Anggoro
Editor: Erafzon Saptiyulda AS
COPYRIGHT © ANTARA 2020

Anak gajah Sumatera terjerat di Riau akhirnya mati

Komentar menjadi tanggung jawab anda sesuai UU ITE

Komentar