Seorang pelajar SMP lompat ke jurang, petugas berusaha mengevakuasinya

Seorang pelajar SMP lompat ke jurang, petugas berusaha mengevakuasinya

Petugas dari Polsek Haurwangi, Cianjur, Jawa Barat menunjukkan lokasi pelajar SMP yang melompat ke dalam jurang untuk menghindari serangan siswa lain saat terjadi tawuran di Kampung Waras, Desa Haurwangi, Kecamatan Haurwangi, Cianjur, Jumat (24/1/2020). (ANTARA/Ahmad Fikri)

"Laporan yang kami dapatkan ada empat orang yang melompat ke dalam jurang karena diserang pelajar lain. Dua orang berhasil naik kembali, satu orang berhasil selamat sampai ke bawah," kata Babinsa Haurwangi Koptu Haryadi kepada wartawan, di Cianjur, J
Cianjur (ANTARA) - Petugas dari Polsek Haurwangi, Cianjur, Jawa Barat bersama anggota koramil dan warga sekitar masih berusaha mengevakuasi seorang pelajar SMP yang melompat ke jurang sedalam 15 meter karena diserang siswa lain saat tawuran.

"Laporan yang kami dapatkan ada empat orang yang melompat ke dalam jurang karena diserang pelajar lain. Dua orang berhasil naik kembali, satu orang berhasil selamat sampai ke bawah," kata Babinsa Haurwangi Koptu Haryadi kepada wartawan, di Cianjur, Jumat.

Tawuran yang melibatkan dua kelompok siswa SMP itu, terjadi menjelang malam di Kampung Waras, Desa Haurwangi, Kecamatan Haurwangi. Beberapa orang siswa yang belum diketahui dari SMP mana, terdesak dan berusaha melarikan diri.

"Diduga mereka nekat melompat ke jurang untuk menghindari serangan pelajar lain yang membawa senjata tajam. Satu orang lainnya hingga saat ini belum ditemukan dan tidak diketahui kondisinya," kata Haryadi.
Baca juga: Polisi tangkap pelajar pelaku pengeroyokan di Pasar Minggu

Hingga malam menjelang, petugas dari TNI dan kepolisian masih melakukan upaya evakuasi seorang pelajar yang berada di dalam jurang. Belum diketahui nasibnya, namun warga sudah menemukan lokasi jatuhnya siswa tersebut.

"Informasi dari warga yang sempat mengecek ke bawah jurang melihat tubuh pelajar tersangkut di pohon. Namun kondisinya belum dipastikan apakah masih hidup atau sudah meninggal dunia," katanya pula.

Saat ini upaya evakuasi pelajar dari dalam jurang tersebut, masih dilakukan karena terkendala medan yang curam dan kurangnya penerangan di lokasi. "Harapan kami korban dapat dievakuasi dengan selamat," katanya lagi.
Baca juga: Polres Sukabumi ungkap modus baru tawuran antarpelajar

Pewarta: Ahmad Fikri
Editor: Budisantoso Budiman
COPYRIGHT © ANTARA 2020

Cianjur, pelanggaran pelaksanaan pemilu tertinggi di Jabar

Komentar menjadi tanggung jawab anda sesuai UU ITE

Komentar