Sepekan, wacana pembubaran OJK hingga rupiah yang terus perkasa

Sepekan, wacana pembubaran OJK hingga rupiah yang terus perkasa

Rupiah menguat (Ant)

Jakarta (ANTARA) - Sejumlah berita ekonomi menarik mewarnai pemberitaan dalam sepekan terakhir, mulai wacana pembubaran Otoritas Jasa Keuangan (OJK) hingga nilai tukar rupiah yang masih terus perkasa terhadap dolar AS.

Berikut rangkuman pemberitaan pada 20-25 Januari 2020:

1. Buntut kasus Jiwasraya, Komisi XI bentuk Panja Pengawas Jasa Keuangan

Komisi XI DPR, Selasa, memutuskan membentuk Panitia Kerja (Panja) Pengawasan Kinerja Industri Jasa Keuangan, yang dalam waktu dekat akan membahas permasalahan PT Asuransi Jiwasraya Persero, AJB Bumiputera 1912, PT Asabri Persero dan PT Bank Muamalat Indonesia Tbk.

Ketua Komisi XI DPR RI Dito Ganinduto dalam jumpa pers di Jakarta, mengatakan, pihaknya sudah melakukan rapat koordinasi tertutup dengan Kementerian Keuangan, Badan Pemeriksa Keuangan dan Otoritas Jasa Keuangan.

Hasilnya, kata Dito, Komisi XI menilai untuk perlu membuat panja guna mengedepankan kepentingan nasabah dan mengungkap akar permasalahan yang terjadi di industri jasa keuangan.

Baca selengkapnya di sini


2. Tanggapi wacana pembubaran, Ketua OJK : Kami telah bekerja profesional

Ketua Dewan Komisioner Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Wimboh Santoso ​​​​​​mengatakan pihaknya sudah bekerja profesional dan independen dalam mengawasi serta mengatur industri jasa keuangan selama masa kepemimpinannya.

Wimboh di Gedung DPR, Jakarta, Rabu, mengatakan perlu dicermati bahwa masalah di industri jasa keuangan yang dalam beberapa waktu terakhir mencuat, telah terjadi jauh-jauh hari sejak era sebelum dia memimpin.

Masalah itu antara lain gagal bayar dan investasi jeblok PT Asuransi Jiwasraya (Persero), kekurangan likuiditas dan permodalan AJB Bumiputera 1912, penurunan investasi saham PT Asabri (Persero), dan kekurangan permodalan PT Bank Muamalat Indonesia Tbk.

Baca selengkapnya di sini


3. Fitch kukuhkan kembali peringkat Indonesia pada level investment grade

Lembaga pemeringkat Fitch Ratings (Fitch) mengafirmasi "sovereign credit rating" Indonesia pada level BBB/outlook stabil (Investment Grade) pada 24 Januari 2020.

Menurut pandangan Fitch, beberapa faktor kunci yang mendukung afirmasi rating tersebut adalah prospek pertumbuhan ekonomi jangka menengah yang baik dan beban utang pemerintah yang relatif rendah dibandingkan negara "peers" dengan rating yang sama. Fitch sebelumnya telah mempertahankan peringkat Indonesia pada level BBB/stable outlook (Investment Grade) pada 14 Maret 2019.

Baca selengkapnya di sini


4. BI: Kebijakan akomodatif, ruang penurunan suku bunga terbuka

Gubernur Bank Indonesia Perry Warjiyo menyatakan kebijakan bank sentral akan tetap akomodatif untuk mendorong momentum pertumbuhan ekonomi dan ruang untuk menurunkan suku bunga.

Dalam jumpa pers Rapat Dewan Gubernur (RDG) BI di Jakarta, Kamis, ia mengatakan pihaknya akan mempertimbangkan untuk memanfaatkan opsi ruang penurunan suku bunga acuan tersebut atau memberikan stimulus terhadap perekonomian dengan opsi kembali menyuntikkan likuiditas dan operasi moneter.

Baca selengkapnya di sini


5. Rupiah akhir pekan perkasa di tengah melemahnya mata uang regional

ilai tukar (kurs) rupiah yang ditransaksikan antarbank di Jakarta pada akhir pekan perkasa di tengah melemahnya mayoritas mata uang regional Asia.

Rupiah ditutup menguat 56 poin atau 0,41 persen di level Rp13.583 per dolar AS dibandingkan posisi hari sebelumnya Rp13.639 per dolar AS.

Baca selengkapnya di sini
 

Pewarta: Citro Atmoko
Editor: Ahmad Buchori
COPYRIGHT © ANTARA 2020

OJK cermati dampak corona terhadap perekonomian nasional

Komentar menjadi tanggung jawab anda sesuai UU ITE

Komentar