Pasty Movement Point terus dikembangkan hidupkan Yogyakarta selatan

Pasty Movement Point terus dikembangkan hidupkan Yogyakarta selatan

Ilustrasi fasilitas tribun panggung di Pasty Movement Point Yogyakarta (ANTARA/HO-Disperindag Kota Yogyakarta)

Kegiatan yang diselenggarakan di Pasty Movement Point sudah bisa berjalan secara rutin sejak dibuka pada akhir Agustus 2019. Selalu ada kegiatan yang digelar setiap hari di tempat tersebut
Yogyakarta (ANTARA) - Dinas Perindustrian dan Perdagangan Kota Yogyakarta mengupayakan untuk terus mengembangkan Pasty Movement Point guna mendukung upaya pemerintah daerah tersebut dalam mengembangkan Yogyakarta sisi selatan.

“Kegiatan yang diselenggarakan di Pasty Movement Point sudah bisa berjalan secara rutin sejak dibuka pada akhir Agustus 2019. Selalu ada kegiatan yang digelar setiap hari di tempat tersebut,” kata Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan Kota Yogyakarta Yunianto Dwi Sutono di Yogyakarta, Minggu.

Pasty Movement Point adalah ruang terbuka yang menempati sisi barat Pasar Satwa dan Tanaman Hias Yogyakarta atau di zona tanaman dan ikan hias.

Keberadaan Pasty Movement Point tersebut, lanjut Yunianto, diharapkan dapat dimanfaatkan oleh generasi millenial atau komunitas-komunitas di Kota Yogyakarta untuk menggelar berbagai kegiatan guna menyemarakkan suasana di Yogyakarta bagian selatan.

“Kami akan jaga agar kegiatan rutin ini bisa terselenggara dengan baik. Perkembangan di Yogyakarta bagian selatan juga harus berjalan sama baiknya dengan di sisi utara,” katanya.

Sejumlah fasilitas pendukung pun sudah dibangun guna melengkapi ruang terbuka terrsebut di antaranya panggung, tribun, stan kuliner, ruang usaha, dan coworking space.

“Sekarang, sudah ada tambahan fasilitas untuk bermain skateboard. Generasi millenial yang menyukai permainan ini bisa mengasah kemampuan mereka di Pasty Movement Point,” katanya.

Selain itu, Yunianto menambahkan, keramaian di Pasty Movemet Point juga bisa dilihat dari perkembangan stan kuliner di tempat tersebut. “Sekarang, animo masyarakat untuk bisa berjualan di lokasi tersebut sangat banyak. Kami siapkan sistem sewa,” katanya.

Yunianto mengatakan, akan terus berupaya mengembangkan dan melengkapi fasilitas pendukung di Pasty Movement Point sehingga tempat tersebut benar-benar dapat menjadi magnet untuk memeriahkan suasana di Yogyakarta bagian selatan.

“Jika pada tahun lalu belum ada dukungan lintas organisasi perangkat daerah (OPD), maka pada tahun ini kami berharap ada dukungan dari OPD terkait seperti Dinas Pariwisata atau Dinas Pekerjaan Umum,” katanya.

Kegiatan di Pasty Movement Point dapat diakses oleh pengunjung mulai sore hari atau setelah seluruh kegiatan jual beli satwa dan tanaman hias selesai, yaitu dari pukul 16.00 WIB hingga pukul 22.00 WIB.

“Untuk kemeriahan acara, biasanya diisi oleh kegiatan dari komunitas. Biasanya komunitas musik yang diminati anak muda hingga generasi yang lebih tua,” katanya.

Yunianto menambahkan, kelebihan yang bisa ditawarkan Pasty Movement Point dibanding ruang terbuka lain adalah pada konsep yang ditawarkan yaitu berada di lingkungan pasar tradisional yang cukup asri. “Generasi muda atau millenial juga bisa mengenal suasana pasar tradisional yang unik,” katanya.

Baca juga: Pasty Movement Point ruang terbuka baru di Yogyakarta bagian selatan

Baca juga: Permudah wisatawan, bakal dibuat jalur antar-pantai selatan Yogyakarta

Baca juga: Yogyakarta kaji pengembangan pedestrian di bagian selatan

 

Pewarta: Eka Arifa Rusqiyati
Editor: Ahmad Buchori
COPYRIGHT © ANTARA 2020

Revitalisasi Monas, Pengamat sebut Jakarta krisis ruang terbuka hijau

Komentar menjadi tanggung jawab anda sesuai UU ITE

Komentar