Rizky Nazar kerja keras demi peran Gatotkaca

Oleh Lia Wanadriani Santosa

Rizky Nazar kerja keras demi peran Gatotkaca

Selebritas Rizky Nazar (Instagram.com/satriadewa.studio)

Dia harus olahraga, latihan beladiri. Basic-nya harus silat. Silat mana?
Jakarta (ANTARA) - Selebritas Rizky Nazar harus kerja keras mempersiapkan diri demi bisa mumpuni memerankan tokoh Gatotkaca dalam film "Satria Dewa Gatotkaca", salah satunya melakukan latihan beladiri.

"Dia harus olahraga, latihan beladiri. Basic-nya harus silat. Silat mana? Kami masih create," ujar sutradara Hanung Bramantyo di Jakarta, Minggu.

Baca juga: Cecep Arif Rahman padukan berbagai beladiri di "Gatotkaca"

Sementara itu, dalam kesempatan yang sama, Rizky mengaku harus menambah massa ototnya sembari mendalami karakter Gatotkaca.

Dia mengaku bangga bisa memerankan tokoh Gatotkaca walau terselip beban di dalamnya karena ini super wayang pertama di Jagat Satria Dewa.
 
Selebritas Rizky Nazar di Jakarta, Minggu (26/1/2020). (ANTARA/Lia Wanadriani Santosa)


Dari sisi cerita, Eksekutif Produser Satria Dewa Studio (SDS) Rene Iskak mengatakan film "Satria Dewa Gatotkaca" tak akan mengganggu pakem yang sudah ada, yakni dari kisah Mahabarata.

"Sekarang ibarat sambungannya. Untuk semua yang tahu cerita Mahabarata, Pandawa dan Kurawa ini adalah sambungannya. Dramanya ada, romansanya ada, nilai kekeluargaanya ada," kata dia.

Dukungan menteri

Film "Satria Dewa Gatotkaca" yang akan memasuki masa produksi pada April 2020 mendapatkan dukungan dari berbagai pihak, termasuk Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Winshutama dan Menteri Koperasi dan UKM Teten Masduki.

"Ini sebuah momen yang sangat penting untuk ekonomi kreatif. Gatotkaca yang tahun ini diluncurkan melibatkan subsektor ekonomi kreatif salah satunya film itu sendiri, desain produk, musik, gim, kriya yaitu mainan anak-anak," kata Wishnutama.

Dia menilai akan ada ekosistem baru yang terbangun melalui film ini. "Saya sangat bangga dan dalam waktu dekat kita akan lihat hasilnya, termasuk animasi. Semoga bisa membanggakan Indonesia ke depan," tutur dia.

Hal senada diungkapkan Teten. Menurut dia, karya digital (film) Gatotkaca bisa menjadi ekosisten yang berbasis hak cipta, bisa menggerakkan perekonomian yang luas, menarik investasi serta tenaga kerja yang banyak.

"Saya lihat kualitasnya enggak kalah dari karya Disney. Kita patut bangga pada kreator Indonesia yang sudah bisa menyaingi produk global," ujar Teten.

Baca juga: Indonesia akan punya Satria Dewa Universe

Sementara itu, Eksekutif Produser SDS, Celerina Judisari mengaku mempersiapkan cerita yang matang untuk film super wayang itu. Dia tak menampik akan membuat film lanjutan jika film pertama mendapat sambutan positif.

"Kalau film ini berhasil dan disukai semua orang, kami akan run ke seri berikutnya," kata dia.

Selain Rizky Nazar (sebagai Yuda yang menjadi Gatotkaca), aktor Yayan Ruhiyan dan aktris Yasmin Napper juga bergabung dalam film pembuka dari Univese Satria Dewa itu.

Yasmin akan memerankan tokoh Agni (teman dekat Yuda), sementara Yayan berperan sebagai Beceng, salah satu Kurawa.

Film "GatotKaca" rencananya memulai syuting pada April 2020 dan akan tayang di bioskop pada Oktober 2020.

Baca juga: Rizky Nazar akan perankan tokoh Gatotkaca

Baca juga: Film "Satria Dewa GatotKaca" segera ungkap para pemain

Oleh Lia Wanadriani Santosa
Editor: Suryanto
COPYRIGHT © ANTARA 2020

Saat Gatotkaca dan Spiderman mencoblos

Komentar menjadi tanggung jawab anda sesuai UU ITE

Komentar